Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Balai Karantina Amankan 10 Ton Benih Jagung
1 October 2011 [ 24 views ]

Sumber : http//bisniskeuangan.kompas.com (30/09/2011)

TANGERANG, KOMPAS.comSebanyak 10 ton benih jagung manis yang diimpor dari Thailand, gagal disebarkan di Indonesia.

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara International Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Banten, mengamankan bibit itu karena mengandung bakteri bakteri Pseudomonas syringae, Pantoea stewartii, dan Pantoea aglomerans, yang sangat berbahaya dan mengancam industri pertanian Indoensia jika menyebar ke seluruh petani.

Kepada wartawan, Jumat (30/9/2011), Kepala BBKP Bandara International Soekarno Hatta, Musyaffak Fauzi, mengatakan, bibit jagung manis ini dikemas dalam ratusan plastik kecil berukuran 6 sentimeter x 5 sentimeter.

Benih yang ditampung dalam dua kontainer itu, diproduksi perusahaan bibit jagung ternama di Thailand, salah satu anak perusahaan ternama di Amerika Serikat, yakni PT BS. Benih itu kirim dari Thailand melalui salah satu maskapai penerbangan menuju kargo Bandara Seokarno Hatta, pada 12 Mei 2011.

“Karena curiga dengan bibit jagung itu, makanya dilakukan uji sampel sebanyak dua kali sehingga membutuhkan waktu cukup panjang. Dan, hasinya benih jagung itu ternyata mengandung bakteri tanaman,” kata Fauzi.

Fauzi mengatakan, pihak perusahaan pemilik benih jagung tidak mempercayai kalau benih jagung produksi perusahaan itu mengandung bakteri. Oleh karena itu, uji sampel dilakukan dua kali untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut.

“Dua kali pemeriksaan, kami memastikan benih jagung milik PT BS mengandung tiga bakteri yang bisa membahayakan dan menularkan bakteri pada pertanian jagung dan padi di Indonesia,” kata Fauzi.

Uji sampel, kata Fauzi, mengunakan motede Elisa (Enzym-linked immunosorbent assay) dan PCR (Polymerase Chain Reaction).

“Pada tahun 1940 di Banglades terjadi gagal panen, akibat bakteri benih jagung asal Thailand itu. Saat itu sebanyak 2 juta warga Bangladesh meninggal dunia akibat kelaparan. Makanya kami tidak ingin benih jagung itu tersebar di Indonesia,” tambah Fauzi.

Menurut Fauzi, pihaknya berencana memusnahkan benih jagung manis itu dalam waktu dekat.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856