All posts by jagung bisi

222-ntt

Petani Lenangguar-NTB Panen Perdana Jagung BISI 222

Lenangguar, Gaung NTB – Pemerintah Kecamatan Lenangguar bersama petani setempat yang dibantu PT BISI Internasional Tbk, menggelar panen perdana Jagung Bisi 222 di lokasi Buin Balit Dusun Rate, Desa Tatebal Kecamatan Lenangguar, Sabtu (5/4).

Panen perdana tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir Talifuddin M.Si, Kepala BP4K Sumbawa Tarunawan S.Sos, Camat Lenangguar, Tajuddin SH, dan Marketing Eksekutif FC NTB PT BISI Internasional Tbk, Tohri, serta dihadiri kepala desa se Kecamatan Lenangguar dan sejumlah kelompok tani setempat.

Dalam kesempatan itu Camat Lenangguar Tajuddin SH, mengatakan, panen perdana dan kerjasama dengan PT BISI ini berangkat dari niat ingin merubah masyarakat terutama petani dalam meningkatkan kesejahteraannya. Salah satu komoditi yang dapat mempercepat untuk terjadi perubahan itu adalah jagung.

Di beberapa wilayah di Kabupaten Sumbawa jelas Tajuddin, sudah mulai tanam jagung, dan salah satu yang membuatnya prihatin bahwa hampir setiap hari ada sekitar 50 truk melalui jalan Lenangguar membawa hasil pertanian dari kecamatan lain.

“Yang menjadi keprihatinan saya, mengapa hasil pertanian itu bukan berasal dari Kecamatan Lenangguar,” katanya.

Karenanya pada tahun pertama ini dia mulai melakukan terobosan baru dengan menambah aktifitas petani setempat dengan menanam jagung.

Berkat subdisi bibit gratis dari Disperta Sumbawa untuk 100 hektar, petani setempat berhasil menaman jagung, meski lokasinya masih sporadis, ada yang 2 hingga 5 hektar pada masing-masing kelompok tani, sehingga panen kali ini dinamakan panen perdana.

Namun untuk bulan yang sama pada tahun depan, Tajuddin memastikan akan menggelar panen raya, karena diyakini petani Lenangguar akan menanam jagung secara total.

Untuk diketahui sebut Tajuddin, kawasan Buin Balit Dusun Rate dan beberapa wilayah lain di Kecamatan Lenenangguar–di luar sawah irigasi, sangat bagus untuk ditanam jagung.

Pada sosialisasi awal, petani merasa pesimis untuk menanam jagung dengan alasan banyak babi dan monyet yang akan menjadi hama tanaman.

Namun ternyata di lokasi Buin Balet yang berdekatan dengan hutan, tidak ada babi atau monyet, karena ada teknis untuk mengusir hewan seperti yang pernah diterapkan di Kecamatan Labangka, yakni dengan memasang keroro dan jaring di sekitar pagar. “Apa yang dikhawatirkan oleh petani ternyata tidak terbukti,” imbuhnya.

Ke depan, Tajuddin berharap Disperta Sumbawa kembali memberikan bantuan bibit, bukan lagi untuk 100 hektar tetapi untuk 500 hektar khusus bagi petani di Kecamatan Lenangguar. “Saya yakin dengan panen perdana ini, menjadi awal yang baik bagi petani untuk menanam jagung,” ujarnya optimis.

Pada kesempatan itu, Tajuddin juga mengundang sejumlah petani jagung dari Labangka yang telah menjadi pengusaha jagung, yang nantinya akan membeli jagung petani Lenangguar. Selain itu juga didatangkan pengusaha yang akan membantu petani memberikan modal dan bibit kepada petani yang nantinya menanam jagung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sumbawa, Ir Talifudin M.Si, menyampaikan apresiasi kepada Camat Lenangguar dan petani yang telah menggelar panen perdana jagung di Kecamatan Lenangguar.

Sejak memberikan bibit untuk 100 hektar kepada petani Lenangguar melalui camatnya, Talifuddin sudah merasa yakin bahwa bibit itu tidak akan sia-sia. “Camat Lenangguar (Tajuddin) ini sudah membutikan keberhasilannya dalam mengajak petani untuk menanam jagung, seperti di Kecamatan Labangka maupun di Kecamatan Utan,” pujinya.

Selain itu Camat Lenangguar ini juga telah memiliki jaringan atau akses yang luas terhadap pengusaha jagung, sehingga petani tidak akan kesulitan untuk mendapatkan modal, bibit atau pemasaran.

Karenanya yang sudah dimulai oleh Camat Lenangguar ini dapat ditindaklanjuti secara serius oleh para petani setempat, sebab komoditi ini sangat menjanjikan untuk peningkatan kesejahteraan.
“Kalau beberapa tahun lalu, orang tua kita naik haji dengan ternak, maka sekarang ini sudah banyak petani yang naik haji karena jagung,” jelasnya.

Selaku dinas terkait, pihaknya akan memberikan dukungan kepada petani dalam mengembangkan jagung ini terutama pemberian bantuan bibit dan fasilitas pertanian.

Pada kesempatan yang sama, Marketing Eksekutif FC NTB PT BISI Internasional Tbk, Tohri, menyatakan perusahaannya siap menyediakan benih yang unggul bagi petani, apalagi
lahan di Lenangguar sangat bagus untuk menanam jagung.

“Jangan sampai lahan yang bagus ini dimanfaatkan oleh orang dari luar Lenangguar, maka petani di sini akan rugi,” katanya.

Apalagi sekarang ini kata Tohri, Camat Lenangguar sudah memulai, maka harus diteruskan oleh petani. Untuk diketahui lanjut Tohir, bahwa menanam jagung tidak susah, karena perawatannya tidak sulit. Mulai tanam cukup pemupukan 2 kali, sementara untuk pengairan cukup air hujan dan langsung menunggu panen. “Jagung tidak perlu dikawal, seperti tanaman holtikultura lainnya,” jelas Tohri. Untuk itu, PT BISI Internasioal siap memberikan bantuan baik bibit maupun tenaga teknis yang akan membantu petani.

Demikian juga dengan bibit, berapapun yang diperlukan oleh petani, PT BISI Internasional bersedia memberikannya. “Kami siap memberikan bantuan benih sebanyak yang dibutuhkan petani, demikian juga dengan petugas juga sudah disiapkan untuk membantu petani,” demikian Tohri.

Sumber : http://www.gaungntb.com (08/04/2014)

GPMT: Jangan Buru-Buru Setop Impor Jagung

Bisnis.com, JAKARTA–Kalangan pelaku usaha pakan ternak minta pemerintah tidak terburu-buru menutup keran impor jagung mengingat produksi dalam negeri belum sanggup memenuhi kebutuhan bahan baku industri yang secara konstan 650.000 ton/bulan atau setara 3,6 juta ton pada 2014.

Bulan ini pemerintah tengah menyusun rencana aksi dan kebijakan fiskal demi mengendalikan impor bahan baku dan bahan penolong, sementara industri pakan ternak adalah pengimpor terbesar kedua dengan tren importasi sebesar 21,39%.

Di sisi lain, Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) menargetkan pertumbuhan produksi pakan ternak sebesar 14,7 juta ton pada 2014, atau meningkat 10%-12% dari tahun sebelumnya yaitu 13,4 juta ton.

Sekjen GPMT Desianto Budi Utomo menyatakan bahwa sejatinya pengusaha tidak bermasalah dengan kebijakan tersebut, sebab industri pakan ternak lebih meminati jagung lokal ketimbang impor.

“Kami tidak bisa gambling dong dengan bahan baku. Kalau produsen jagung lokal bisa menyediakan 650.000 ton/bulan sepanjang tahun, tidak masalah impor mau dikendalikan, atau ditutup sekalian,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (7/4/2014).

Desianto mencatat bahwa industri pakan ternak telah mengimpor 470.000 ton pada kuartal I. Pihaknya menargetkan tahun ini akan mengimpor 3,6 juta ton atau naik 12,5% dari tahun sebelumnya yang hanya 3,2 juta ton.

Meskipun demikian, paparnya, industri tidak bisa menunggu pelaku usaha jagung untuk memenuhi kebutuhan tersebut karena jagung merupakan bahan baku utama yang berkontribusi sampai 70% dari komponen biaya produksi.

Dia menjelaskan, harga jagung lokal sebesar Rp3.300-Rp3.500/kg memang berada di atas jagung impor di kisaran Rp3.200/kg tetapi tidak bisa dipungkiri kualitas jagung lokal lebih bagus, baik dari sisi kesegaran maupun kuning biji jagung.

Sumber : http://industri.bisnis.com (07/04/2014)

Bantuan Benih Jagung BISI-2 di Pohuwato untuk Peningkatan Kesejahteraan

MARISA – Adanya program pemerintah Kabupaten Pohuwato bersama pemerintah Provinsi Gorontalo, melalui dinas pertanian untuk membagikan bibit jagung kepada para petani memang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kami harap dengan adanya bantuan ini, masyarakat khususnya para petani bisa meningkat kesejahteraannya dari hasil penanaman. Apalagi bibit yang dibagikan adalah bibit varietas unggul,” kata Syarif Mbuinga bersama Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.

gorontalo-bantuanPembagian bibit untuk merupakan program rutin tahunan yang diberikan untuk beberapa kelompok tani yang memang layak untuk menerima bantuan bibit ini. “Sudah kami verifikasi seluruh kelompok tani, dan kami prioritaskan yang belum dapat tahun lalu,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Wady van Gobel.

Wady mengatakan saat ini Pohuwato mendapatkan bantuan bibit jagung sebanyak 3,6 ton dan akan dibagikan kepada 20 kelompok tani. Namun Wady menjelaskan saat ini pihaknya tengah berupaya agar Pemerintah Provinsi bisa menambah bantuan bibit jagung ini. “Kami terus berupaya agar makin banyak kelompok bisa mendapatkan bantuan ini yang muaranya untuk pengingkatan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Tak hanya itu, untuk penyalurannya sendiri akan terlebih dahulu melihat kesiapan lahan dan curah hujan yang stabil. “Tujuannya agar bantuan bibit memang benar-benar ditanam pada saat yang tepat dan lahan yang mendukung,” pungkasnya. s. (ais)

Sumber : http://gorontalopost.com (07/04/2014)

Harga Jagung Pipilan di Gorontalo Naik

GORONTALO – Harga jagung pipilan di Gorontalo mulai merangkak naik. Dari harga dikisaran Rp2.500 per kilogram untuk kadar air 17-18 persen, kini jagung Gorontalo dihargai Rp2.800 per kilogram oleh para pengusaha.

Menurut Kepala Gudang UD Manna Utara Deddy Abdullah yang menjadi salah satu penampung jagung petani Gorontalo, kenaikkan ini terjadi akibat permintaan jagung yang mulai meningkat. “Sekarang pengusaha jagung itu sudah banyak, jelas permintaan naik sehingga petani juga menaikkan harga,” kata Deddy.

harga-gorontaloSelain itu, kata Deddy, pada Maret hingga April ini, seharusnya menjadi panen raya bagi para petani jagung, namun dikarenakan Pemilu, banyak panen yang terpaksa ditunda. “Sebab para pekerja di lahan pertanian ini banyak yang dari wilayah lain, misalnya lahan di Paguyaman tetapi pekerjanya dari Telaga, maka mereka pulang untuk menyemarakan Pemilu,” ungkapnya. Gorontalo yang akhir-akhir ini terus diguyur hujan juga menjadi penyebab lain. Katanya, banyak petani yang tidak memipilkan jagung, sebab takut akan tumbuh ketika dibiarkan.

Bagaimana produksi jagung dalam beberapa tahun terakhir?, Deddy mengakui, saat ini produksi jagung di Gorontalo mengalami penurunan, sebab banyak para petani yang menanam tidak menggunakan pupuk. “Mereka tidak kebagian pupuk, pasokan saat ini turun,” ujarnya. Ia mencontohkan, dalam sehari saat ini, pasokan jagung petani yang masuk ke gudang minimal 50 ton, sementara sebelumnya minimal sebanyak 150 ton.(dan)

Sumber : http://gorontalopost.com (03/04/2014)

PT. BISI International Peduli Kelud

letusan4Letusan dahsyat Gunung Kelud yang terjadi pada tanggal 13 Februari 2014 lalu telah membawa dampak yang luar biasa. Bukan hanya bagi masyarakat di sekitarnya saja, namun dampak letusannya yang berupa hujan abu juga dirasakan hingga Jawa Barat. Bahkan semua bandara yang ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat terpaksa berhenti beroperasi hingga beberapa hari lantaran gangguan abu vulkanik.

Sementara itu, kawasan lereng Kelud, seperti Puncu dan Kepung, yang selama ini menjadi sentra penanaman cabai, turut hancur terkena sapuan gunung berapi paling aktif di Indonesia itu. Dampaknya adalah pasokan cabai nasional ikut terganggu hingga pada akhirnya harga cabai pun ikut meroket.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur Wibowo Eko Putro, Provinsi Jawa Timur merupakan pemasok utama kebutuhan cabai nasional. Sekitar 60% pasokan cabai nasional berasal dari Jawa Timur. Dan dari 60% itu, sekitar 40%-nya dipasok dari lereng Gunung Kelud yang meliputi tiga kecamatan, yaitu: Kepung, Puncu, dan Plosoklaten.

PT BISI International, Tbk. yang salah satu unit produksinya berada tidak begitu jauh dari puncak Kelud, sekitar 20 km, juga tidak luput dari dampak letusan dahsyat tersebut.  Meski demikian, hal itu tidak mengurangi sedikitpun kepedulian perusahaan terhadap korban bencana yang ada di sekitar Gunung Kelud. Bersama jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri dan beberapa produsen benih, PT BISI turut serta secara aktif menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban bencana letusan Kelud.

Bantuan itu sendiri berupa sarana produksi (saprodi) pertanian, meliputi benih unggul dan pupuk, yang dinilai lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar Kelud yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Empat kecamatan paling terdampak di Kabupaten Kediri, yaitu: Puncu, Kepung, Ngancar, dan Plosoklaten, menjadi sasaran utama penyaluran bantuan tersebut.

Menurut Hadi Winaryo, GM Personalia & General Affair PT BISI, pemberian bantuan tersebut juga merupakan wujud kepedulian perusahaan yang selama ini selalu berdampingan dan bekerjasama dengan masyarakat yang ada di sekitar Kelud.

03Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Asmara Bangun, Kecamatan Puncu pada tanggal 27 Februari 2014 yang dihadiri langsung oleh Bupati Kediri dr. Hj. Hariyanti, Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung, dan perwakilan perusahaan benih terkait. Secara simbolis, Bupati menyerahkan bantuan benih dan pupuk kepada perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Puncu, Kepung, Ngancar, dan Plosoklaten.

IMG-20140304-WA0005Dalam acara tersebut, PT BISI turut serta menyalurkan bantuan benih unggul tanaman pangan dan hortikultura sebanyak 20,425 ton, yang terdiri dari: 10 ton benih jagung super hibrida BISI 816, 5 ton benih padi hibrida Intani-2, 2 ton benih jagung manis Super Sweet Corn, 3 ton benih kangkung BISI, 300 kg benih kacang panjang Hijau Super, 2 kg benih timun Hijau Roket, 50 kg benih cabai besar Tombak, 50 kg benih cabai rawit Cakra Putih, 20 kg benih buncis Lebat-1, 2 kg benih terong Naga Hijau, dan 1 kg benih tomat hibrida Kharisma.

Sementara dua perusahaan benih lain, yaitu: PT Agri Makmur Pertiwi dan CV Aura Seed, masing-masing menyalurkan bantuan benih sebanyak 3.332 kg dan 160 kg. Bupati sendiri juga menyumbang benih jagung sebanyak 2 ton, sedangkan Pramono Anung memberikan bantuan berupa pupuk organik sebanyak 70 ton.

Menurut Bupati Hariyanti, dengan pemberian bantuan benih dan pupuk tersebut diharapkan para petani yang berada di empat kecamatan terdampak paling parah itu bisa segera menanam komoditas yang umurnya relatif pendek tersebut. Hal itu diharapkan bisa lebih cepat mendatangkan penghasilan sehingga roda ekonomi petani bisa kembali berputar normal kembali.

“Saya kepingin ekonomi kembali normal, syukur-syukur bisa lebih baik lagi. Jangan mengeluh dan putus asa, semua petani harus bangkit dengan semangat yang baru,” ujar Bupati.

Selanjutnya, keseluruhan bantuan tersebut didistribusikan secara langsung kepada para petani yang berada di Kecamatan Puncu, Kepung, Ngancar, dan Plosoklaten. PT BISI sendiri telah menyalurkan bantuannya kepada para petani yang berada di empat kecamatan tersebut secara bertahap.

05Dimulai di Kecamatan Puncu pada tanggal 1 Maret 2014. Penyaluran bantuan benih tersebut diberikan kepada para petani di Desa Manggis dan Wonorejo. Kemudian pada tanggal 3 Maret 2014, distribusi bantuan bergeser ke Kecamatan Plosoklaten. Di kecamatan tersebut, bantuan disalurkan ke empat desa, yaitu: Desa Sepawon, Wonorejo Trisula, Sumberagung, dan Brenggolo. Sementara untuk dua kecamatan lainnya, yaitu Ngancar dan Kepung, penyaluran bantuan dilakukan pada tanggal 6 Maret 2014.

Para petani yang telah mendapatkan bantuan benih dan pupuk tersebut, rencananya juga akan mendapat pendampingan langsung dari petugas penyuluh pertanian Kabupaten Kediri. Tujuannya adalah untuk memotivasi para petani agar bergairah kembali dalam menjalankan usaha tani mereka. Sehingga bisa menghasilkan kembali produk-produk pertanian yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka, sekaligus andalan Kabupaten Kediri.

Sumber : Majalah Abdi Tani

Penyaluran Benih Jagung Hibrida BISI-2 di Kabupaten Pohuwato Tahun 2014

LINTAS POHUWATO, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pohuwato melakukan Penyaluran Benih Jagung Hibrida di 13 (Tiga Belas) Kecamatan yang ada di Kabupaten Pohuwato.
Penyaluran Benih Jagung Hibrida ini dilaksanakan pada hari Minggu, 09/03/2014 oleh Petugas dari Dinas Pertanian Pohuwato yang diserahkan langsung kepada Koordinator Penyuluh disetiap kecamatan.
pohuwato-07 pohuwato-01 pohuwato-02 pohuwato-04 pohuwato-05 pohuwato-06
Sumber : http://lintaspohuwato.blogspot.com (17/03/2014)

Petani Jagung Kajoran Panen Raya BISI 18

REMBANG (wartamerdeka.com) - Puluhan   petani  di Desa Kajoran, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, belum lama ini melaksanakan  panen raya jagung,  sementara banyak petani jagung di wilayah Kecamatan  Kragan Sarang gagal panen.  Panen raya di desa itu  terbilang cukup gemilang. Hasilnya mencapai belasan ton per hektar.

jagung-panenKetua Kelompok Tani Andalan Kecamatan Sarang Sugiman  mengatakan,  panen raya komoditas jagung di wilayah Sarang  Sedan  ke depan mempunyai prospek yang sangat bagus.  Hal ini bisa dibuktikan dengan meningkatnya permintaan pasar , selain itu semakin banyaknya berdiri  pabrik pakan  ternak khususnya di  wilayah Kabupaten Rembang sehingga  permintaan  bahan baku pakan ternak kedepan  semakin tinggi.

Masih kata Sugiman, terkait  penyakit putihan atau biasa yang disebut bulai  memang akan  menyebabkan hasil panen menurun bahkan beresiko gagal panen. Namun saat ini petani sudah tak perlu risau dan was was  dengan ancaman bulai itu karena Penyakit yang disebabkan oleh jamur itu  saat ini sudah  dapat diatasi.

Misbah (52 tahun), warga Desa Sedan Kec Sedan salah satu petani  jagung, usai panen Raya mengatakan, kendati cuaca ekstrim  curah hujan tinggi ia hanya menggunakan  pupuk sekali saja,  benih jagung BISI 18 yang ia tanam masih bisa tumbuh terbukti saat dipanen pada panen raya ini   jumlahnya mencapai 16,8 ton.

“Selain tahan bulai  dan hasilnya  banyak, tanaman jagung milik kami yang lokasinya tepat berada di  tepi jalan penghubung antar kecamatan hijau seger, padahal  belum sempat dirabuk, hal ini tentunya menjadi perhatian petani lain yang melintas,“pungkasnya.

Terpisah Marketing PT BISI  Sigit Raharjo S.TP  didampingi Petugas Penyuluh Pertanian Kecamatan Sedan menjelaskan, produk BISI-18 memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya selain tahan terhadap penyakit bulai, pertumbuhan awal sangat baik. “Tanaman jagung  kokoh dengan  daun tegak, tongkol besar  dan seragam, mencapai 80-90% sehingga produksi pertanian para petani meningkat,“terangnya.

Masih kata Sigit,  biji terisi sampai ujung, dan janggel kecil.  Rendemen tinggi rata rata 82-84%. Kelobot menutup rapat sampai ujung, sehingga cocok  di musim hujan dan musim kemarau.  “ Jarak tanam rapat : 70 x 20 cm (1 biji per lubang tanam). Produksi tinggi: mencapai 12 ton per hektar, sedang umur panen 100 hari,” pungkasnya. (Hasan)

Sumber : http://wartamerdeka.com (09/03/2014)

Harga Anjlok, Banyak Petani Jagung di Madura Mengeluh

GULUK-GULUK – Kendati memasuki musim namun hasil panen petani. Sebab, harga jagung saat ini sangat rendah. Akibatnya, hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan jumlah biaya selama menanam dan merawat tanaman jagung.

Seperti yang dialami Muzanniyah, 45, warga Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk. Dia mengatakan, harga jagung di pasaran tak pernah menguntungkan petani. Padahal, untuk menghasilkan tanaman jagung, dia mengeluarkan biaya yang cukup banyak. ”Murah sekali harga jagung saat ini,” keluhnya, Senin(3/3).

Dikatakan, saat ini harga jagung kering hanya Rp 2.800 per kilogram. Sementara untuk jagung kering lebih rendah lagi, yakni Rp 2.500.

jagung-madura

Meski demikian, rata-rata petani mengaku tidak akan meninggalkan pekerjaan bertani jagung dan tanaman yang lainnya. Oleh karenanya, dia berharap pemerintah dapat mencarikan solusi yang dapat menguntungkan petani. ”Paling tidak hasil panen dapat mengembalikan biaya selama menanam hingga panen,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumenep Bambang Heriyanto membenarkan anjloknya harga jagung saat ini. Menurutnya, hal itu disebabkan kualitas hasil panen petani kurang bagus. Sehingga, berdampak pada harga jual di pasaran.

Diungkapkan, kualitas jagung yang kurang bagus disebabkan cuaca ekstrem yang sering terjadi. Tingginya curah hujan menyebabkan kualitas jagung juga kurang baik. Selain itu, tanaman jagung petani banyak yang diserang hama. ”Dua hal itulah yang menyebabkan harga jagung saat ini rendah,” jelasnya.

Untuk itu, Bambang menyarankan petani untuk tidak menjual semua hasil panennya saat ini. Tetapi, dengan cara melakukan tunda jual sambil menunggu saat-saat harga berpihak kepada petani. ”Lakukan resi jagung atau tunda jual sampai pada saat harga lebih berpihak (baik),” sarannya. (c5/rd)

Sumber : http://radarmadura.co.id (04/03/2014)

Jagung : Menggadang Sentra Baru

Di 2014 ini pemerintah berambisi mematok produksi jagung 20,82 juta ton. Sejumlah daerah pun digadang sebagai kawasan baru sentra jagung.

Catatan Asosiasi Produsen Pakan Indonesia (GPMT) menunjukkan impor jagung oleh perusahaan-perusahaan pakan di 2013 mencapai 3 juta ton. Angka ini melonjak dari impor di 2012 yang tercatat di angka 1,7 juta ton. Ketua Umum GPMT, Sudirman mengatakan, ketergantungan industri peternakan, utamanya perunggasan, pada jagung impor tak terelakkan. Pasalnya di satu sisi permintaan akan jagung terus meningkat, seiring terus bertumbuhnya industri pakan ternak yang mengikuti perkembangan usaha peternakan nasional. Di sisi lain produksi jagung nasional belum mampu memenuhi kebutuhan pasokan jagung.

Gambaran berbeda tersaji saat jumpa pers akhir tahun di Kementerian Pertanian (Kementan) beberapa waktu lalu (30/12/13). Menteri Pertanian, Suswono dalam keterangannya menyebutkan produksi jagung nasional 2013 ada di kisaran 18,51 juta ton (Tabel 1). Dan meskipun produksi tersebut turun 4,15 % dari angka capaian 2012 yang 19,39 juta ton, pemerintah mengklaim 2013 masih surplus komoditas jagung. “Kebutuhan jagung pada 2013 adalah 14,38 juta ton, sehingga tahun lalu surplus 4,12 juta ton,” ujar Suswono menampilkan data.

Lagi-lagi fakta ini mencuatkan kembali sebuah pertanyaan yang sudah menahun senantiasa mengemuka dan tidak pernah terjawab. Dimanakah keberadaan jagung yang melimpah tersebut ketika pabrikan pakan membutuhkannya? Tidak bertemunya antara permintaan dan pasokan ini masih saja jadi “misteri”. Produksi pakan yang menurut GPMT di 2013 13,4 juta ton menuntut ketersediaan jagung sekitar 7 juta ton (komposisi jagung sedikitnya 50 % dalam formulasi pakan). Logikanya jumlah itu akan mudah dipenuhi dari produksi dalam negeri. Apa lacur, pabrikan pakan unggas di waktu-waktu tertentu mengeluhkan langka dan mahalnya jagung lokal, alhasil langkah impor harus ditempuh.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Direktur Budidaya Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Hasil Sembiring kepada Trobos Livestock mengatakan, saat ini tataniaga jagung belum ada yang mengatur sehingga penggunaan jagung bebas digunakan industri pakan, industri pangan dan industri lainya. Kebutuhan jagung oleh produsen pakan ternak yang tercatat hanya oleh perusahaan besar. Sedangkan produsen pakan ternak lokal yang kecil-menengah tidak tercatat dengan baik. “Padahal peternak skala kecil-menengah ini jumlahnya cukup besar,” kata Hasil. Selain itu, tambah dia, jagung lokal untuk kebutuhan pangan dan bahan baku industri lainnya juga cukup besar.

Tujuh Sentra Jagung
Di 2014 ini pemerintah berambisi mematok produksi jagung 20,82 juta ton. Sementara kebutuhannya diperkirakan sebesar 14,26 juta ton, sehingga bakal terjadi kembali surplus 6,56 juta ton.

jagung-menggadang

Menteri Pertanian yakin target ini bakal tercapai melalui kegiatan peningkatan produktivitas, pengamanan produksi, pengawalan dan pendampingan, perluasan areal tanam dan kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) seluas 260.000 hektar di 29 provinsi, 201 kabupaten.

Demi tercapainya target yang sudah dipatok, pemerintah pusat menyiapkan anggaran melalui APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) Rp 200 M. Peruntukannya antara lain penyediaan benih, operasional pendampingan, dan bantuan pasca panen. Selain dari APBN, sumber dana berasal dari dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah), dan swasta.

Lebih lanjut dijelaskan Hasil, secara umum ada 17 provinsi yang akan menjadi sentra jagung. Tetapi secara khusus pada rentang 2012 – 2014 pemerintah menggadang peningkatan produksi jagung di 7 provinsi yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Total areal luas lahan di 7 provinsi tersebut yang potensial untuk pengembangan jagung mencapai sekitar 3,16 juta ha, dan dapat ditanami 2 kali setahun. Potensi yang bagus dan komitmen pemerintah daerah setempat yang kuat disebut Hasil sebagai alasan dipilihnya daearah-daerah itu untuk pengembangan sentra jagung. “Dan pertimbangan utama adalah sangat dekatnya 7 provinsi tersebut dengan pasar jagung,” tutur Hasil. Pemerintah daerah-daerah tersebut siap mendukung dengan mengalokasikan anggaran daerah (APBD), serta melakukan pembinaan dan pengawalan program. Dikatakan Hasil, tambahan tanam di areal baru ini diharapkan memberikan tambahan produksi 2 juta ton pipilan kering dalam setahun sehingga target produksi 2014 tercapai.

Sudirman menyambut baik program pemerintah untuk mengembangkan sentra baru jagung, dan mengaku sejauh ini selalu terlibat dalam pengembangan jagung tersebut. “Kalau tidak salah pemerintah punya rencana menaikkan produksi jagung 2 juta ton di 2014 dengan anggaran Rp 200 miliar. Itu bagus, meski perlu waktu untuk itu,” kata dia. Dan beberapa anggota GPMT telah memulai menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah dalam pengembangan jagung.

Sudirman menyarankan, rencana menggenjot produksi jagung perlu dilengkapi dengan penetapan harga terendah untuk memberikan kepastian kepada petani jagung. Dan kabar baik disampaikan Sudirman, Bulog rencananya akan mengambil peran dalam penyerapan komoditas jagung.  Badan usaha pelat merah ini bakal membeli jagung petani untuk mengatur pasar jagung lokal. “Diharapkan tahun ini dapat berjalan,” ucapnya. Sehingga impor jagung di 2014 yang disebutnya diperkirakan mencapai 3,6 juta ton, dapat ditekan.

Kepada TROBOS Livestock, saat masih menjabat sebagai Direktur Budidaya Serealia Kementan, Fathan A. Rasyid mengatakan, dana asal pemerintah untuk mengembangkan sentra jagung hanya 5%, karena itu harus bersinergi dengan swasta. Dan di 7 provinsi tadi, akan dijalin kerja sama dengan swasta sebagai penjamin pasar dan harga. Diharapkan, kebutuhan pabrikan pakan akan ketersediaan jagung dapat bersinergi dengan kebutuhan petani akan kepastian serapan dan jaminan stabilitas harga jagung. “Semoga kualitas yang dituntut perusahaan dapat dipenuhi oleh petani,” kata dia di awal tahun. Fathan menyebut, kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan ternak mencapai 600 ribu ton tiap bulannya.

Sumber : http://www.trobos.com (01/03/2014)

Warga Nusa Sari – Bali Mulai Panen Jagung

KM KEMPO: Keuletan dan ketekuna warga Dusun nusa sari Desa Dororkobo yang berasal dari nusa Penida kabupaten Klungkung propinsi Bali ini memang tidak di ragukan lagi keberadaanya. dalam beberapa tahun terakhir panen jagung perdana dan tercepat selalu di mulai oleh mereka.

Dari hasil peninjauan km kempo, rabu 26 februari 2014 jagung pada kawasan ini tua hampir merata, apalagi di dukung oleh panas terik matahari yang sangat menyengat dalam beberapa hari terakhir memacu semangat para petani untuk segera menikmati hasil dari penantian panjangnya sejak empat bulan yang lalu.

Untuk harga jual jagung pipilan kering panen di tingkat petani sebesar Rp 2 000 perkilogramnya, angka ini berkurang RP 500/kl di banding tahun lalu , sedangkan harga jual jagung pipilan kering sama seperti tahun lalu yaitu Rp 2 800 perkilogramnya.

Menurut Wayan Repang, 52 thn seorang sesepuh warga Dusun Nusa sari, kepada KM kempo mengatakan ”kami di sini selalu fokus dalam berusaha, bulan sembilan kami sudah siap tanam, tergantung hujan, pada prisipnya kita yang menuggu hujan bukan hujan yang menunggu kita, selain itu harga jagung yang terjual pada panen perdana jauh lebih menguntungkan di banding pada puncak panen raya, setelah panen selesai kami bisa menyiapkan untuk tanaman kedua berupa jagung kacang-kacangan atau tanman palawija”. (Am)

Sumber : http://rupa-rupa.kampung-media.com (28/02/2014)

Produksi Jagung di Kota Parepare Meningkat 10 Ton Per Hektare Dengan BISI 18

PAREPARE, UPEKS—Produksi jagung di Kota Parepare meningkat drastis tahun ini. Tahun sebelumnya produksi jagung hanya berkisar 5-6 ton per hektar dan sekarang ini menjadi 10 ton per hektar. Peningkatan ini salah satunya disebabkan beralihnya petani untuk menanam jagung BISI 18 yang merupakan bibit unggulan. Bibit jagung BISI 18 ini merupakan jagung yang padat isinya. Keunggulan lain dari jagung ini tongkolnya yang besar dan sangat seragam.

pare-pareHal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Parepare, Hj Rostina. Menurutnya, adanya penyuluhan yang dilakukan oleh para penyuluh Kantor Ketahanan Pangan, maka para petani mulai menanam bibit unggul seperti jagung. Selain itu, kata dia, para petani juga menggunakan pupuk dasar atau petroganik, kemudian dilanjutkan pemupukan lanjutan yang banyak mengandung unsur hara.

Dari data Biro Pusat Statistik menunjukkan, tiap tahunnya produksi jagung di Kota Parepare meningkat seiring dengan luas arealnya. Data tahun 2011 menunjukkan luas panen 54 hektar mampu memproduksi 176 ton. Sementara di tahun 2012, luas panen 176 ha mampu memproduksi 505 ton.

Hal ini merupakan sesuatu yang unik, mengingat Parepare yang merupakan daerah perkotaan yang mengandalkan sektor jasa dan niaga, ternyata mampu mengembangkan produksi pertanian. Luas lahan sawah yang hanya 923 hektar sangat kecil dibandingkan dengan daera-daerah lainnya di Sulawesi Selatan (Sulsel), tidak menjadi kendala dalam mengembangkan sektor pertanian.

Dalam beberapa kesempatan yang lalu, Pemerintah Kota Parepare menjajaki kerjasama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam rangka penelitian sampel lahan pertanian guna pengembangan kebijakan pengembangan pertanian ke depan. (mg04/hms)

Sumber : http://www.upeks.co.id (14/02/2014)

Jagung Bisi 2 di Walenrang Timur Capai 8,8 Ton per Hektar

Luar biasa perjuangan para petani di Desa Taba, Kecamatan Walenrang Timur (Waltim). Pasalnya, hasil panen perdana padi jenis bisi 2 di atas areal lahan sawah kering tersebut, mencapai 8,8 ton/ hektare.

Jika melirik kebelakang, tahun 2013 kemarin, rata-rata hanya mencapai produksi 6-7 ton/ hektare. Akan tetapi, panen perdana seperti yang dilakukan (kemarin, red) betul- betul hasilnya menggembirakan, yakni 8,8 ton/ hektare. Selain dihadiri Kadis DTPHP, Ir Andi Pangerang, juga turut ambil bagian, para Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), Kepala Balai Pertanian Kecamatan (BPK) Walenrang, Ir Abdullah, Manteri Tani, Kecamatan Walenrang, Manteri Tani, Kecamatan Waltim, Ir Abel Evi Carmelita MP, petani Panik Langkan dan masyarakat Desa Taba, berlangsung dengan penuh keakraban.

Andi Pangerang, usai acara mengatakan, maksimalnya yakni diangka 12 ton/ hektare namun bagi dirinya produksi jagung diatas rata-rata 8,8 ton/ hektare sudah membuktikan kalau petani di Waltim, sudah mengikuti intruksi DTPHP Kabupaten Luwu.

Jagung Bisi 2 lanjut Pak Kadis, merupakan salah satu program unggulan DTPHP Luwu, ketika lahan sawah milik petani tidak berproduksi. Petani harus mampu mengeluarkan ide- ide cemerlang yang tentunya semua itu bisa memberikan pengaruh yang luar biasa bagi kemajuan sektor pertanian di wilayah Walmas dan Luwu. “Pemerintah sudah memberikan semua yang diinginkan petani, nah tinggal bagaimana petani bisa mengaplikasikan apa yang diberikan DTPHP kepada petani, “kata Andi Pangerang, Selasa, 28 Januari 2014.

Tak hanya itu, petani di Walmas dan petani dari luar Pulau Sulawesi, katakan saja bukan pribumi, biasanya lebih manja ketimbang yang bukan putra daerah. Kenyataannya saat ini, putra daerah kalau pergi berkebun, pulangnya tidak membawa apa- apa. Lain dengan yang bukan putra daerah, datang dipenuhi dengan bekal pulangnya membawa lebih banyak barang, seperti rumput untuk makanan hewan ternak. “Kita tetap bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada pemerintah karena tak henti-hentinya memplot bantuan ke petani yang ada di desa, “tutupnya.(ded)

Sumber : http://www.palopopos.co.id (29/01/2014)

Lahan Kritis Tanjungpinang Berhasil Ditanami Jagung

(Berita Daerah – Sumatera) Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) berhasil melakukan uji coba penanaman jagung di lahan tandus atau kritis bekas tambang bauksit di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Jagung tumbuh subur di atas lahan bekas tambang. Di atas lahan itu ditaburkan serbuk sabut kelapa yang berfungsi seperti humus.

Penanaman jagung di lahan bekas tambang bauksit yang dilakukan AISKI merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman antara AISKI dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait penerapan teknologi biji tumbuh mandiri untuk rehabilitasi lahan kritis dan pascatambang.

jagung

Uji coba penanaman jagung di lahan pascatambang bauksit di Sungai Tocha, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, yang sukses dilaksanakan AISKI mendapat apresiasi dari BPPT. Tidak tanggung-tanggung BPPT langsung menurunkan sejumlah perekayasa utama yang dipimpin oleh Direktur Pusat Teknologi Sumberdaya Lahan, Wilayah dan Mitigasi Bencana, Isman Justanto.

Tim tersebut melakukan pengkajian lebih mendalam terkait rencana Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Pemkab Bintan menjadikan lahan pascatambang bauksit di daerahnya sebagai kawasan produktif penghasil bahan pangan.

Bahkan BPPT berencana menjadikan Tanjungpinang dan Bintan sebagai proyek percontohan revegetasi lahan pascatambang menggunakan rekayasa serbuk sabut kelapa yang diberi nama teknologi biji tumbuh mandiri.

Selama berada di Tanjungpinang, Tim BPPT akan mengkaji potensi pemanfaatan lahan pascatambang bauksit untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tanjungpinang dan Bintan memiliki potensi pasar tanaman holtikultura yang cukup besar. Apalagi posisinya yang berdekatan dengan Singapura yang membutuhkan sayur-sayuran puluhan ribu ton per bulan.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia dituntut mampu meningkatkan produksi jagung nasional hingga 9 persen per tahun untuk dapat menurunkan atau mengurangi laju impor komoditas pangan tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama 2000-2011 kenaikan konsumsi jagung setiap tahun rata-rata 8 persen sementara itu angka peningkatan produksi jagung hanya 6 persen per tahun. Sedangkan data dari Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyebutkan kebutuhan impor jagung Indonesia rata-rata 9 persen atau 1,4 juta ton per tahun, sedangkan kenaikan areal tanam hanya 1 persen per tahun.

Dengan kondisi yang ada saat ini maka untuk menutup gap antara produksi dan kebutuhan jagung dalam negeri dibutuhkan lahan baru sekitar 400 ribu hektar serta petani lebih kurang 800 ribu orang untuk menanam jagung jika rata-rata produktivitas lahan 4,8 ton/ha serta kepemilikan lahan 0,5 ha per orang.

Sejak 2006 – 2011 Indonesia telah mengeluarkan biaya sekitar 2,5 miliar dolar AS untuk mengimpor jagung. Tingginya beban pemerintah dan pelaku bisnis pakan ternak dalam impor jagung dapat berkurang apabila Indonesia dapat meningkatkan produksi jagung nasional.

Melalui pemanfaatan teknologi pertanian transgenik diharapkan menaikkan produktivitas jagung hingga 10 persen dan meningkatkan keuntungan petani hingga 26-47 persen di Indonesia.

Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan produksi nasional, Indonesia mengimpor 76 persen jagung dari negara-negara yang mengembangkan transgenik seperti Argentina sebanyak 832.202 ton, Brazil (340.985 ton), AS (188.206 ton) dan selebihnya dari Cina serta India.

Adopsi transgenik mampu meningkatkan produksi secara signifikan seperti misalnya di Filipina sebelumnya produktivitas hanya mencapai rata-rata -0,4 persen namun dengan pengembangan rekayasa genetika pada jagung mampu menaikkan produksi hingga 6 persen per tahun.

Transgenik merupakan salah satu solusi yang tersedia saat ini yang dapat dikembangkan di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan tantangan yang dikeluhkan petani jagung di Indonesia seperti tingginya biaya penanggulangan gulma, hama penyakit pengerek batang, serta kualitas produksi yang rendah.

Melalui hasil ujicoba yang dilakukan oleh tim CARE IPB, pemanfaatan jagung transgenik toleran herbisida mampu menaikkan keuntungan petani antara 26-47 persen.

Bila Indonesia mengembangkan benih jagung transgenik diharapkan tidak hanya mampu memenuhi konsumsi jagung dalam negeri namun juga untuk kebutuhan ekspor ke negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

(et/EA/BD)

Pic: ant

Sumber : http://beritadaerah.com (19/12/2013)

GAFATAR Gorontalo Tanam 40.000 Bibit Jagung BISI 18

Gorontalo, Sabtu (GAFATAR – DPD Gorontalo) Dalam turut serta menyukseskan program ketahanan dan kemandirian pangan DPD GAFATAR Gorontalo lakukan penanaman pohon jagung (14/12). Penanaman dilakukan di kebun seluas 5.000 m2 di Kelurahan Bulonthalangi, Kecamatan Bulango Timur, Bonebolango, Gorontalo. Penanaman ini dilakukan setelah kebun usai di lakukan pembajakan lahan Senin lalu.

gafatar

Sebanyak lebih dari 30 pengurus yang hadir dilokasi turut berpartisipasi dalam penanaman bibit jagung ini. Bibit yang di tanam merupakan bibit jagung jenis BISI-2 dan BISI 18. BISI-2 yaitu bibit yang memiliki kemampuan genetik untuk menghasilkan 2 tongkol jagung yang sama besar dalam satu tanaman. Sedangkan BISI-18 mempunyai ketahanan terhadap penyakit penyakit karat daun (Puccinia sorghi) dan hawar daun (Helminthosporium maydis).

Kegiatan dimulai pada pukul 05.00 WITA. Nampak para pengurus yang hadir bersemangat. Kegiatan ini di komandoi oleh Bung La Ode. Pertama peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pembuat lubang bibit dan kelompok penanaman bibit.

Masing masing kelompok berjajar sesuai dengan garis tanah. Kemudian tim pembuat lubang berjalan terlebih dahulu diikuti ooleh tim penanam bibit dibelakang. Kegiatan penanaman bibit tersebut usai pada pukul 09.00 WITA.

Kegiatan ini adalah bentuk kongkrit dari GAFATAR Gorontalo dalam menyukseskan program ketahanan dan kemandirian pangan. Bung La Ode selaku coordinator lapangan menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini jika di song song dengan semangat gotong royong tentu akan menjadi ringan. Setiap diri pengurus dituntut sebuah prinsip kebersamaan sehingga semua dapat bersinergi dalam menyambut program ini.

Program ketahanan pangan ini dilaksanakan juga disetiap Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) GAFATAR di DPD Gorontalo. Semua selaras dan seirama dalam menyambut program ketahanan pangan. Total kebun yang di kelola oleh DPD GAFATAR Gorontalo berjumlah empat kebun. Diharapkan jumlah kebun dapat meningkat sehingga terwujud kongkrit program ketahanan dan kemandirian pangan. (Gin)

Sumber : http://gafatar.or.id (16/12/2013)

Pemenang Gebyar BISI wilayah Kediri tahun 2013

Bersamaan dengan acara FFD dan penimbangan hasil panen BISI-18 di Dusun Plosorejo, Desa Kunjang, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, dilakukan juga penarikan kupon pemenang undian Gebyar BISI periode tahun 2013 untuk wilayah Kediri-Tulungagung-Nganjuk-Blitar.

Acara ini dilaksanakan pada tanggal 12 Nopember 2013 yang lalu dan dihadiri sekitar 100an orang petani dan toko yang mewakili Kabupaten Kediri, Tulungagung, Nganjuk dan Blitar. Acara ini berlangsung meriah karena juga dibagikan banyak hadiah doorprize dan permainan-permainan yang menarik.

IMG_1796

IMG_1794

IMG_1812

DSC_0346

IMG_1806

DSC_0356

IMG_1832

IMG_1848

IMG_1866

IMG_1871

IMG_1875

IMG_1879

 

Nama-nama para pemenangnya adalah sebagai berikut :

UMROH UNTUK 1 ORANG :

  1. Suprapto (287851) – Dsn. Sambijajar RT 3/RW 13, Ds. Sumberkepuh,  Kec. Tanjunganom, Kab. Nganjuk – KTP  : 351 811 270 890 0003

 

1 UNIT SEPEDA MOTOR VARIO :

  1. Supeno  (247203) – Dsn. Bogangin lor, Ds. Padangan, Kec. Kayen Kidul,  Kab. Kediri – KTP : 350 624 130 654 0001

 

2 UNIT  TV LED :

  1. Supardi (112899) – RT 3/RW 4 Dsn. Patilaler,  Ds. Ringinrejo, Kec. Ringinrejo,  Kab. Kediri – KTP : 350 623 020 263 0001
  2. Munakib (343685) – Ds. Parelor,Kec. Kunjang, Kab. Kediri

 

2 EKOR KAMBING :

  1. Sardianto (344553) – Ds.Bringin, Kec. Pagu, Kab. Kediri
  2. Singgih (009819) – Ds.Mukuh, Kec. Kayen Kidul,  Kab. Kediri – KTP : 350 624 180 251 0001

 

3 UNIT SEPEDA GUNUNG :

  1. Burhan (261510) – Ds. Godean, Kec.Loceret, Kab. Nganjuk
  2. Suminten (290609) – Ds. Kartogan, Kec.Berbek, Kab. Nganjuk
  3. Sumari  (160901) – RT 4/RW 6 Dsn. Karanganyar,  Ds. Gembongan,  Kec. Ponggok, Kab. Blitar – KTP : 350 506 070 960 0004

 

4 UNIT HANDPHONE :

  1. Tamrin (248945) – Ds. Mojokerep, Kec. Plemahan, Kab. Kediri – KTP : 350 061 601 107 500 01
  2. Karso (006581) – RT 3/RW 2, Ds. Mojokerep, Kec. Plemahan, Kab. Kediri – KTP : 350 616 010 742 0207
  3. Iskandariyanto (000108) – RT 7/RW 2, Ds. Plosorejo – Gampengrejo, Kec. Gampengrejo, Kab. Kediri – 350 612 0611 780 003
  4. Sukadi (343489) – Ds. Mojokerep, Kec. Plemahan,  Kab. Kediri – KTP : 350 616 012 600 001

 

5 UNIT DVD :

  1. Toha (291097) – RT 3/RW 2, Ds. Manding, Kec. Pagu, Kab. Kediri
  2. Paniran (006590) – Dsn. Sono, Ds. Kepuh               – KTP : 350 615 270 777 0004
  3. J. Supriyanto (250600) – RT 5/RW 2, Ds. Sebet, Kec. Plemahan, Kab. Kediri – KTP : 350 616 012 600 001
  4. Suwardi (287776) – Ds.Candirejo, Kec. Loceret, Kab. Nganjuk
  5. Ana Yunita (246246) – RT 2/RW 2 Dsn. Genukwatu, Ds. Nanggungan,  Kec. Kayen Kidul, Kab. Kediri – KTP : 350 624 610 886 0002

 

5 UNIT KIPAS ANGIN :

  1. Umi Kulsum (246981) – Kayen kidul, Kab. Kediri – KTP : 350 324 630 375 000
  2. Tugiman (156852) – RT 4/RW 1 Dsn. Wonorejo, Ds. Slemanan, Kec. Udanawu, Kab. Blitar – KTP : 350 502 280 853 0001
  3. Misnadi (119249) – RT 1/RW 1, Dsn. Sembungrejo, Ds. Dawung, Kec. Ringinrejo, Kab. Kediri – KTP : 350 623 260 955 0001
  4. Wahyuni Nurhayati (286219) – Dsn. Jemekan Barat, Ds. Jemekan, Kec. Ringinrejo, Kab. Kediri
  5. Jain Efendi (372277) – Ds. Kunir, Kec. Wonodadi, Kab. Blitar – KTP : 350 501 2411 850 01

 

5 UNIT KOMPOR GAS :

  1. Siti Supiyatun (260713) – RT 2 / RW 8, Ds. Watudandang, Kec. Prambon, Kab. Nganjuk – KTP : 351 806 430 369 0001
  2. Susanto (287287) – Dsn. Kebonagung, Ds. Sumberkepuh, Kec. Tanjunganom, Kab. Nganjuk – KTP : 609 415 380 561
  3. Yitno (374872) – Ds. Kambingan, Kec. Pagu, Kab. Kediri
  4. Nurcholis (293665) – RT 1/RW 2, Kec. Ngasem, Kab. Kediri – KTP : 350 625 110 275 0002
  5. Hartinah (008223) – RT 3/RW 1, Ds.  Tanjung, Kec. Pagu, Kab. Kediri

 

25 UNIT KAOS EKSKLUSIF :

  1. Saelan (340781) – Ngepeh, Loceret, Nganjuk
  2. Supatri (005873) – Godean, Loceret, Nganjuk – KTP : 351 804 520 473 0005
  3. Tamirin (005595) – Waung, Sonoageng, Prambon, Nganjuk
  4. Supriyono (000512) – RT 8/RW 4, Ds. Patranrejo,  Kec. Berbek, Nganjuk – KTP :  860 515 380 554
  5. Teguh Hariadi (005579) – Sumberkepuh,Tanjunganom, Nganjuk
  6. Poniman (249067) – RT 3/RW 3, Ds. Padangan, Kec. Kayen Kidul, Kediri – KTP : 350624 270 538 0001
  7. Amin (291086) – RT 3/RW 6, Ds. Wonokasian,  Kec. Gurah, Kediri
  8. Jainudin (008627) – RT 1/ RW 3, Ds. Tanjung, Kec. Pagu, Kediri
  9. Lasmini (000137) – RT 5 Bringin,Pagu, Kediri
  10. Aminasih (246307) – RT 1/RW 2, Dsn.Satreyan, Ds. Kayenkidul, Kec. Kayen Kidul, Kediri – KTP : 350 624 700 478 0001
  11. Siti Asmudah (248865) – RT 4/RW 2, Dsn.Srikaton, Ds. Srikaton, Kec. Papar, Kediri – KTP : 350 614 670 778 0002
  12. Umi Salamah (248652) – Cangkring, Maduretno, Papar – KTP : 350 614 440 676 0001
  13. Darmadi (246682) – Pandean, Kandangan – KTP : 350 619 040 277 0001
  14. Ahmad Zaini (250847) – Padangan, Kayen kidul – KTP : 350 624 120 669 0001
  15. H. Zainudin (265715) – RT 4/RW 4, Dsn.Meduran, Ds. Ringinpitu, Kec. Plemahan, Kediri – KTP : 350 6161 0058 00012
  16. Sukardjo (291849) – RT 5 /RW 1 Kuwik, Kunjang – KTP : 350 621 270 149 0004
  17. Karsono (250098) – RT 1/RW 2 Dsn. Jember, Ds. Parelor Kec. Kunjang, Kediri – KTP : 350 621 010 765 0030
  18. Maryam (009766) – Dayu, Purwoasri – KTP : 350 615 440 966 0002
  19. Afif Roifudin (342171) – RT 2/RW 1 Dsn.Wonorejo, Ds.Slemanan, Kec. Udanawu, Blitar – KTP : 3550 2060 877 0004
  20. Zaenal Arifin (293803) – RT 2/RW 2, Dsn. Karangsari, Ds. Karanggondang,  Kec. Udanawu, Blitar – KTP : 350 502 090 385 0001
  21. Sulton Bahrudin (341558) – RT 3/RW 2, Dsn. Wonorejo, Ds.Slemanan, Kec. Udanawu, Blitar – KTP : 350 502 070 284 0001
  22. Nasrodin (160785) – RT 3/RW 1, Bendosari, Kras, Kediri – KTP : 66111 5350 388
  23. Sajuri (160790) – Jambean, Kras, Kediri – KTP : 350 6030 50851 0002
  24. Sugiyah (342835) – Pikatan, Wonodadi, Blitar – KTP : 350 501 410 763 0149
  25. Yasri (342766) – RT 3/RW 2, Dsn. Plosokembang, Ds. Pikatan, Kec. Wonodadi, Blitar – KTP : 350 501 040 469 0001

 

25 UNIT JAM DINDING :

  1. Sugeng (340995) – Dingin, Ngronggot – KTP : 351 807 300 665 0016
  2. Moh. Nur Ali Masduki (000708) – RT 7 /RW 1 Klurahan, Ngronggot, Nganjuk – KTP : 351 807 180 488 0003
  3. Imam Suhadi (000714) – RT 1/RW 1 Betet, Ngronggot – KTP : 351 807 3011 650 007
  4. Muisah (256605) – Waung, Sonoageng, Prambon – KTP : 351 806 600 454 0002
  5. Edi Muzaid (260741) – Watudandang, Prambon – KTP : 351 806 121 262 0001
  6. Mashuri (257139) – Joho, Pace – KTP : 351 805 311 268 0067
  7. Mat Basori (045158) – RT 4/RW 6, Dsn.Kauman, Ds. Pace kulon, Kec. Pace, Nganjuk – KTP : 351 805 100 763 0001
  8. Narto (287972) – Bingungan, Kedungpadang, Rejoso – KTP : 351 816 210 985 0003
  9. Joko Wiyono (000531) – RT 3/RW 3, Putukrejo – KTP : 351 804 180 68 00014
  10. Suparno Afandi (256203) – Jl. Sumatra , Bodor, Pace – KTP : 351 805 150 880 0005
  11. Saeno (004355) – Karangtengah, Plosoharjo, Pace
  12. Riyono (249185) – Kergan, Dawuhan,  Papar
  13. Basuni (250168) – Klampitan, Purwoasri – KTP : 350 616 501 015 400 03
  14. Sumasri Asih (344540) – RT 1/RW 4, Ds. Menang Kec. Pagu,Kediri – KTP : 400 153 501 75
  15. Tukiyatun (291064) – RT 1/RW 1, Dsn.Kebonagung, Ds. Wonojoyo, Kec. Gurah, Kediri
  16. Samsudin (250407) – Ds. Kayenkidul, Kayenkidul – KTP : 350 624 010 768 0001
  17. Suwarji (293093) – RT 4/RW 3, Dsn.Sekaranlor, Ds.Kayen kidul,  Kec. Kayen kidul, Kediri – KTP :    350 624 050 278 0001
  18. Untung (250075) – Plosorejo, Kunjang – KTP : 350 621 010 760 0133
  19. Rastin (157243) – RT 3/RW 2 Dsn. Sukosari, Ds.Sukorejo, Udanawu Kec. Udanawu, Blitar – 040 715 360 194
  20. Suwandi (342200) – Wonorejo, Slemanan, Udanawu, Blitar – KTP : 350 502 010 463 0001
  21. Siti Asgadah (289287) – RT 2/RW 1, Dsn. Pojok, Ds. Selosari,  Kec. Kandat,  Kediri – KTP : 350 605 520 679 0004
  22. Abdurrohim (111230) – RT 3/RW1, Dsn.Wonorejo, Ds. Slemanan, Kec. Udanawu, Blitar – KTP : 350 502 208 115 00001
  23. Khairunnaim (111268) – Bakung, Udanawu – KTP : 350 502 200 483 0003
  24. Tohari (160298) – Butuh, Kras – KTP : 350 603 1911 030 001
  25. Ahmad Baidowi (160052) – RT 5/RW 2, Bendosari, Kras – KTP : 350 603 090 375 0002

 

 

 

Hatta Tengang “benar-benar jagung penipu”

Petani satu ini sangat terkesan dengan BISI 18, kualitas hasilnya memang mencengangkan. Menurutnya, bobot jagung pipilan BISI 18 tidak ada tandingannya. Dari satu karung yang pernah dia timbang, rata-rata bobotnya mencapai 150 kilogram. “Yang lain rata-rata hanya 120 kilogram per karung, ini yang membuat petani tertarik. Benar-benar jagung penipu,” ucap Hatta yang berasal dari Desa Gantarang, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto ini sambil tertawa

23. Hatta T., Ds. Gantarang, Kelara, Jeneponto2Hatta Tangeng, petani sekaligus pengepul jagung ini juga mempunyai kesimpulan sendiri tentang daya simpan BISI 18 “Kalau lebih tahan simpan kan petani tenang, pedagang yang membawa hasil panen pun juga tenang. Karena kualitas jagungnya tetap bagus, sehingga mudah masuk ke pabrik,” ujarnya.

Hanya saja, kata Hatta, tidak semua varietas jagung yang ada memiliki daya simpan yang lama dan kuat dengan sistem penyimpanan ala petani Gowa, Jeneponto, dan Bantaeng. Menurutnya, ada jagung yang secara produktivitas cukup tinggi, tapi daya simpannya kurang bagus dan kualitasnya langsung drop selama penyimpanan di lahan.

Harapan para petani dan pedagang tersebut sepertinya terjawab dengan adanya BISI 18. Hatta sendiri juga telah membuktikan keunggulan daya simpan dan produktivitas jagung super hibrida produksi PT. BISI International, Tbk. itu. Ia mengaku sudah kedua kalinya menanam benih jagung tersebut.

“Memang bagus, setelah dipanen dari lahan dan langsung disimpan dalam bentuk gelondongan tidak ada masalah sama sekali, jagungnya tetap bagus. Sebulan kemudian saya lihat juga masih tetap bagus, tidak ada biji yang menghitam dan berjamur,” terang Hatta.

“Setelah didros (dipipil dengan mesin pemipil-red.), bijinya itu tampak cantik dan mengkilat, pokoknya menarik lah. Karena itulah biji jagung BISI 18 lebih diminati pedagang dan lebih mudah masuk pabrik pakan ternak,” ungkap Hatta.

Lantaran itulah, kata Hatta, sekarang ini banyak petani yang tanam BISI 18. Bahkan, ia menyebut kehadiran BISI 18 tersebut sebagai angin segar yang menyejukkan bisnis permata kuning para petani setempat.

 

Model Bangun “kilonya berat kali”

Pak Model Bangun adalah seorang petani dari Desa Narigunung 2, Kecamatan Tigandreket, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Beliau sudah menanam BISI-18 dua kali dengan hasil yang sangat memuaskan. “Kalo BISI 18 kilonya berat kali. Satu goni pupuk urea (berisi tongkol BISI 18) tak bisa saya angkat sendiri, harus pake dua” katanya menjelaskan hasil panen BISI 18 miliknya.