All posts by jagung bisi

BISI-18

Sebuah varietas benih jagung baru kembali dilepas oleh PT. BISI Internationak Tbk pada tahun 2011, yaitu Benih Jagung Super Hibrida BISI-18.

Jagung Super Hibrida BISI-18 merupakan jagung hibrida silang tunggal (single cross), yang baik sekali bila ditanam pada dataran rendah hingga dataran tinggi sampai ketinggian 1.000 meter diatas permukaan laut.

Salah satu keunggulan dari jagung Super Hibrida BISI-18 ini muncul saat awal pertumbuhan tanaman, vigor tanaman yang sangat kuat dan kecepatan pertumbuhan yang sangat baik, membuat jagung Super hibrida BISI-18 menyenangkan dan menimbulkan optimisme pada produksi yang tinggi. Ditambah dengan kondisi tanaman yang sangat seragam akan semakin melegakan.

Tinggi tanaman jagung super hibrida BISI-18 mencapai sekitar 230 cm, batang dan daun berwarna hijau gelap. Daun bertipe medium dan tegak, sedangkan batang tanaman besar, kokoh dan tegak.

Jagung super hibrida BISI-18 mempunyai ketahanan terhadap penyakit penyakit karat daun (Puccinia sorghi) dan hawar daun (Helminthosporium maydis).

Saat 50% pembungaan (keluar rambut) pada dataran rendah terjadi pada sekitar umur 57 hari sedangkan  pada dataran tinggi saat sekitar umur 70 hari.  Bentuk malai bunga kompak dan agak tegak dengan warna malai (anther) ungu kemerahan, warna sekam ungu kehijauan serta warna rambut juga ungu kemerahan.

Kedudukan tongkol jagung super hibrida BISI-18 sekitar 115 cm di atas tanah dan relatif sama pada setiap tanaman, sedangkan besar tongkolnya relatif sangat seragam di setiap tanaman. Inilah salah satu keunggulan lain dari jagung super hibrida BISI-18, karena kondisi tongkol yang relatif sama besar di setiap tanaman (seragam) akan semakin meningkatkan produksi.

Jagung super hibrida BISI-18 mempunyai klobot yang menutupi tongkol dengan baik.  Klobot yang menutupi tongkol jagung dengan baik bermanfaat untuk menghindari tetesan air hujan yang masuk ke dalam tongkol jagung yang dapat menyebabkan tumbuhnya jamur pada biji jagung. Sehingga jagung ini bisa ditanam pada musim hujan maupun kemarau.

Keunggulan lain dari jagung super hibrida BISI-18 adalah biji jagungnya terisi penuh sampai ujung (jawa=muput).  Tingkat pengisian pucuk tongkolnya (tip filling) bisa mencapai 97%. Kondisi yang fantastis dan semakin meyakinkan.

Bentuk biji termasuk dalam tipe biji semi mutiara, dengan warna biji oranye kekuningan mengkilap.  Jumlah barisan biji dalam satu tongkol antara 14-16 baris. Termasuk tipe tongkol yang besar.

Potensi hasil panen jagung super hibrida BISI-18 mencapai 12 ton per hektar pipilan kering.  Sedangkan rata-rata adalah sekitar 9,1 ton per hektar pipilan kering. Bobot 1.000 butir biji jagung super hibrida BISI-18 (diukur dalam kondisi Kadar Air 15%) adalah sekitar 303 gram.

Keunggulan utama jagung super hibrida BISI-18 adalah kadar rendemen tongkol yang cukup tinggi, mencapai sekitar 83%. Hal ini disebabkan karena biji jagung yang ramping nancap lebih dalam dan bentuk janggelnya yang sangat kecil. Keistimewaan ini sangat menguntungkan karena prosentase jumlah biji yang didapatkan per satuan luas semakin tinggi dan produksi semakin tinggi.

Jagung super hibrida BISI-18 bisa dipanen saat masak fisiologis yaitu umur  sekitar 100 hari pada dataran rendah sedangkan pada dataran tinggi saat umur sekitar 125 hari.

Silakan klik disini untuk info pembelian (versi web) I Atau klik disini untuk versi Mobile (HP, Tab, dll)

BISI-222

Pertengahan tahun 2010 PT. BISI International Tbk  kembali melepas sebuah varietas benih jagung super hibrida yang sangat sensasional, yaitu Benih Jagung Super Hibrida BISI-222.

Jagung Super Hibrida BISI-222 merupakan jagung hibrida silang tunggal (single cross), yang direkomendasikan untuk daerah dataran tinggi yang endemik terhadap penyakit busuk pucuk tongkol.

Vigor tanaman jagung super hibrida BISI-222 ini sangat kuat dan mempunyai  keseragaman tanaman yang sangat baik.  Lebih baik dibanding tanaman jagung BISI yang lain. Maka tidak salah jika keunggulan ini diambil sebagai tagline dari benih jagung ini, yaitu “Tanaman Kuat”.

Tinggi tanaman jagung super hibrida BISI-222 mencapai sekitar 217 cm dengan daun berwarna hijau tua.  Batang tanaman termasuk besar, kokoh dan tegak serta berwarna hijau tua. Dengan batang yang kokoh dan ditunjang dengn perakaran yang baik, jagung super hibrida ini mampu menopang tanaman terhadap kekuatan angin kencang yang menerpa, sehingga tanaman tahan terhadap kerebahan.

Keunggulan lain yang ada pada  jagung super hibrida BISI-222 adalah ketahanannya terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis). Jagung ini tergolong sangat tahan terhadap penyakit bulai sehingga bisa mengurangi resiko kegagalan panen yang mengancam petani.

Selain itu jagung super hibrida BISI-222 juga tergolong tahan terhadap penyakit busuk pucuk tongkol (Gibberella Zeae) yang banyak terjadi di dataran tinggi, yang mempunyai kelembaban yang cukup tinggi. Tahan juga terhadap penyakit karat daun (Puccinia sorghi).

50% pembungaan (keluar rambut) pada dataran rendah terjadi pada sekitar umur 55 hari sedangkan  pada dataran tinggi saat sekitar umur 71 hari.  Bentuk malai bunga sedikit terbuka dan agak tegak dengan warna malai (anther) ungu kemerahan, warna sekam ungu kehijauan serta warna rambut juga ungu kemerahan.

Jagung super hibrida BISI-222 mempunyai klobot yang menutupi tongkol dengan baik.  Klobot yang menutupi tongkol jagung dengan baik bermanfaat untuk menghindari tetesan air hujan yang masuk ke dalam tongkol jagung yang dapat menyebabkan tumbuhnya jamur pada biji jagung. Sehingga jagung ini bisa ditanam pada musim hujan maupun kemarau.

Tongkol jagung super hibrida BISI-222 termasuk besar dan panjang. Kedudukan tongkol jagung sekitar 115 cm di atas tanah. Bentuk tongkolnya silindris mengerucut ke ujung tongkol.  Jumlah baris dalam satu tongkol jagung super hibrida BISI-222 berkisar 14-16 baris, sedangkan jumlah biji dalam satu baris mulai dari pangkal hingga ujung tongkol mencapai 45-50 biji.  Sehingga dalam satu tongkol mempunyai jumlah biji 700-800 biji.

Keistimewaan lain dari jagung super hibrida BISI-222 adalah biji jagungnya terisi penuh sampai ujung (jawa=muput).  Tidak ada ruang kosong atau tersisa lagi pada janggel jagung, semua penuh dengan biji jagung mulai pangkal sampai ujung.  Keistimewaan ini semakin menambah keyakinan petani akan hasil panen jagung super hibrida BISI-222 yang berlipat-lipat.

Warna biji jagung super hibrida BISI-222 ini sangat menarik berwarna oranye kemerahan.Warna ini sangat disukai oleh petani dan pedagang. Bentuknya termasuk dalam tipe biji semi mutiara sampai mutiara.  Bobot 1.000 butir biji jagung super hibrida BISI-222 (diukur dalam kondisi Kadar Air 15%) adalah sekitar 330 gram.

Potensi hasil panen jagung super hibrida BISI-222 mencapai 13,65 ton per hektar pipilan kering.  Sedangkan rata-rata adalah sekitar 10,38 ton per hektar pipilan kering.

Kandungan karbohidrat pada biji jagung super hibrida BISI-222 adalah sekitar 70,50%, kandungan protein sekitar 9,5% dan kandungan lemak sekitar 3,8%.

Jagung super hibrida BISI-222 bisa dipanen saat masak fisiologis yaitu umur  sekitar 102 hari pada dataran rendah sedangkan pada dataran tinggi saat umur sekitar 130 hari.

Jagung super hibrida BISI-222 ini juga cocok dipanen muda untuk konsumsi yaitu umur sekitar 65-70 hari.  Dengan brix (kadar kemanisan) mencapai 8% maka jagung ini cocok juga untuk direbus atau dibakar sebagai santapan yang lezat.

Silakan klik disini untuk info pembelian (versi web) I Atau klik disini untuk versi Mobile (HP, Tab, dll)

BISI-816

Tahun 2009 PT. BISI International Tbk merilis varietas benih jagung yang baru yaitu BISI-816. Benih Jagung Super Hibrida BISI-816 ini merupakan sebuah karya anak bangsa yang terlahir dengan dedikasi tinggi untuk memajukan pertanian di Indonesia.

Superioritas yang terdapat pada sifat-sifat genetik yang dikembangkan pada BISI-816 mampu meningkatkan hasil panen jagung lebih baik dari yang lain.

Jagung Super Hibrida BISI-816 merupakan jagung hibrida silang tunggal (single cross)  yang sudah teruji baik ditanam pada dataran rendah sampai ketinggian 700 meter diatas permukaan laut.

Tanaman muda jagung super hibrida BISI-816 mempunyai performa yang sangat baik.  Vigor tanaman sangat kuat dan keseragaman tanaman yang baik.  Dengan performa tanaman muda yang seperti itu, menjadi langkah awal bagi BISI-816 untuk  menjadi tanaman jagung yang mampu tumbuh dan berkembang dengan baik, kuat dan menghasilkan produksi yang tinggi.

Tinggi tanaman jagung super hibrida BISI-816 mencapai sekitar + 203 cm dengan daun berwarna hijau gelap.  Batang tanaman termasuk besar, kokoh dan tegak.   Bentuknya yang oval (gepeng) dengan warna hijau ber-strip ungu (keunguan) dipastikan memang menimbulkan keyakinan petani terhadap kekuatan dari batang tanaman jagung.  Terpaan angin kencang akan dapat diatasi dengan batang tanaman yang kokoh dan kuat.  Selain itu, batang yang besar tersebut bagi petani dapat memberi keuntungan tersendiri karena sangat baik untuk pakan ternak mereka.

Jagung super hibrida BISI-816 mempunyai sistem perakaran yang sangat kuat dan baik, mampu menopang tanaman terhadap kekuatan angin kencang yang menerpa, sehingga tanaman menjadi kuat dan tahan terhadap kerebahan.  Selain itu dengan sistem perakaran yang sangat baik menjadikan tanaman jagung super hibrida BISI-816 mampu menyerap unsur hara dalam tanah dengan baik dan mencukupi.  Hal ini sangat membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga tanaman mampu berproduksi dengan baik.

Jagung super hibrida BISI-816 merupakan salah satu benih jagung yang terbukti paling tahan terhadap penyakit bulai.  Penyakit bulai (Peronosclerospora maydis) saat ini merupakan penyakit pada tanaman jagung yang sangat ditakuti oleh petani di beberapa sentra produksi jagung seperti di Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat dan Jawa Timur.  Sampai saat ini belum ditemukan pestisida yang bisa mematikan penyakit ini.  Cara-cara pencegahan menjadi alternatif utama untuk mengurangi pernyebaran penyakit ini.  Penggunaan pestisida untuk seed treatment, benih yang tahan dan pola budidaya yang dianjurkan merupakan cara-cara yang direkomendasikan.

Secara genetis jagung super hibrida BISI-816 telah teruji memiliki sifat yang tahan terhadap serangan penyakit bulai.  Pengujian oleh team Research & Development PT BISI International Tbk di daerah-daerah endemis penyakit bulai menunjukkan hasil jagung super hibrida BISI-816 lebih tahan penyakit bulai dibanding varietas jagung yang lain.  Pengujian juga dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat dan Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balit Serealia) Maros-Sulawesi Selatan yang menunjukkan hasil prosentase serangan bulai pada jagung super hibrida BISI-816 terbukti paling rendah dibanding varietas jagung yang lain, dengan rata-rata 1,5%. Sedangkan varietas lain mendapat serangan penyakit bulai antara 12%-59,5%.

Keunggulan ini merupakan sebuah keuntungan besar bagi petani jagung, karena dengan menggunakan benih jagung super hibrida BISI-816 petani tidak perlu lagi was-was terjadi penurunan produksi yang terlalu besar atau bahkan gagal panen yang disebabkan penyakit bulai.  Atau bisa diibaratkan “petani bisa tidur nyenyak” sambil menunggu panen jagung.

Selain itu jagung super hibrida BISI-816 juga tergolong tahan terhadap penyakit karat daun (Puccinia sorghi), dan agak tahan terhadap penyakit hawar daun (Helminthosporium maydis).

Pembungaan jagung super hibrida BISI-816 tergolong lebat. 50% pembungaan (keluar rambut) pada dataran rendah terjadi pada umur + 55 hari sedangkan  pada dataran tinggi saat umur + 70 hari.  Bentuk malai bunga kompak dan agak tegak dengan warna malai (anther) ungu kemerahan, warna sekam ungu kemerahan serta warna rambut juga ungu kemerahan. Bunga jantan maupun bunga betina mempunyai bunga yang banyak. Kondisi ini mendorong penyerbukan menjadi lebih berhasil dan fruit set akan terjadi dengan baik. Pembungaan yang lebat bisa berarti juga biji jagung yang dihasilkan akan semakin banyak. Inilah yang menyebabkan jagung super hibrida BISI-816 memiliki biji jagung yang banyak dan muput hingga ke ujung.

Seperti produk jagung BISI yang lainnya, jagung super hibrida BISI-816 juga mempunyai klobot yang menutupi tongkol dengan baik.  Hal ini memang didapat dari genetik tanaman dan merupakan keunggulan yang diminati oleh petani jagung di Indonesia.  Klobot yang menutupi tongkol jagung dengan baik bermanfaat untuk menghindari tetesan air hujan yang masuk ke dalam tongkol jagung.  Air tetesan hujan yang masuk ke dalam tongkol jagung menyebabkan tumbuhnya jamur pada biji jagung yang tentu saja sangat merugikan petani.  Selain itu air tetesan hujan yang masuk ke dalam tongkol juga merangsang biji jagung tumbuh di dalam tongkol (thukul) dan tentu saja hal ini sangat tidak diinginkan oleh petani. Keunggulan jagung super hibrida BISI-816 ini sangat bermanfaat karena petani tidak perlu kuatir menanam jagung baik pada musim penghujan maupun pada musim kemarau.  Kapan saja bisa ditanam sesuai kehendak petani dengan hasil yang baik.

Komponen hasil tanaman (produksi) jagung terutama terletak pada ukuran tongkol jagung dan ukuran kernelnya (biji).  Kedua komponen tersebut merupakan indikator langsung secara visual yang dapat menggambarkan potensi produksi dari tanaman jagung.

Tongkol jagung super hibrida BISI-816 bertipe “Long Big Ear” atau bertongkol besar dan panjang.  Kedudukan tongkol jagung + 99 cm di atas tanah. Bentuk tongkolnya silindris dengan ukuran diameter yang relatif sama mulai dari pangkal hingga ujung tongkolnya.  Jumlah baris dalam satu tongkol jagung super hibrida BISI-816 berkisar 14-16 baris, sedangkan jumlah biji dalam satu baris mulai dari pangkal hingga ujung tongkol mencapai 45-50 biji.  Sehingga dalam satu tongkol mempunyai jumlah biji 700-800 biji.

Tingkat keseragaman ukuran tongkol jagung dalam satu lahan bisa mencapai 80%-90%, artinya ukuran tongkol jagung super hibrida BISI-816 hampir sama besar dalam satu hamparan lahan.  Dengan semakin banyaknya ukuran tongkol jagung yang besar dan seragam maka potensi produksinya semakin besar.

Selain besar dan panjang, jagung super hibrida BISI-816 juga mempunyai keistimewaan yaitu biji jagungnya terisi penuh sampai ujung (jawa=muput).  Tidak ada ruang kosong atau tersisa lagi pada janggel jagung, semua penuh dengan biji jagung mulai pangkal sampai ujung.  Keistimewaan ini semakin menambah keyakinan petani pada potensi produksi jagung super hibrida BISI-816 yang memang tinggi.

Warna biji jagung super hibrida BISI-816 sangat menarik berwarna oranye kekuningan.  Ukuran bijinya relatif lebih besar dibanding biji jagung lain yang sudah ada, bentuknya termasuk dalam tipe biji semi mutiara sampai mutiara.  Karena itu biji jagungnya nancap dalam, dan janggelnya pun relatif kecil.  Kondisi ini menyebabkan rendemen jagung menjadi tinggi, sehingga produksi jagungpun semakin meningkat.

Bobot 1.000 butir biji jagung super hibrida BISI-816 (diukur dalam kondisi Kadar Air 15%) adalah + 325 gram.  Apabila dalam satu tongkol jagung super hibrida BISI-816 terdapat 700-800 biji, maka rata-rata satu tongkol mempunyai pipilan biji jagungnya seberat 243,75 gram.  Sehingga untuk mendapatkan 1 kilogram jagung pipil hanya dibutuhkan 4,1 tongkol jagung super hibrida BISI-816.  Pantaslah bila potensi hasilnya mencapai + 13,65 ton per hektar pipilan kering dan rata-rata hasil mencapai + 10,44 ton per hektar.

Kandungan karbohidrat pada biji jagung super hibrida BISI-816 adalah + 69,5%, kandungan protein + 9,4% dan kandungan lemak + 3,8%.

Jagung super hibrida BISI-816 bisa dipanen saat masak fisiologis yaitu umur  + 101 hari pada dataran rendah sedangkan pada dataran tinggi saat umur + 130 hari.

Silakan klik disini untuk info pembelian (versi web) I Atau klik disini untuk versi Mobile (HP, Tab, dll)

BISI-16

Tongbes tungsar… tongbes tungsar … tongbes tungsar … itulah yang mungkin diingat kalo disebutkan Jagung Super Hibrida BISI-16.Tongbes tungsar adalah kependekan dari Tongkol Besar Untung Besar yang menjadi tagline dari Jagung Super Hibrida BISI 16. Mengapa tongkol besar untung besar? Karena salah satu sifat genetik yang dominan pada Jagung Super Hibrida BISI-16 adalah tongkolnya yang super besar. Tongkol yang super besar ini menjadi sangat bermanfaat bagi petani, karena jelas hasil panennya lebih tinggi. Dengan hasil panen yang tinggi petani pasti akan mendapat untung yang lebih besar dari biasanya.

Jagung Super Hibrida BISI-16 merupakan jagung hibrida modifikasi silang tunggal.  Direkomendasikan untuk ditanam pada daerah-daerah pengembangan baru dan sangat baik ditanam pada dataran rendah hingga 1000 meter diatas permukaan laut.

Sistem perakaran yang baik dan batang yang besar, kokoh dan tegak menjadi kekuatan dari jagung Super Hibrida BISI-16 dalam menghadapi terpaan angin kencang di sejumlah daerah tertentu. Tinggi tanaman sekitar 224 cm dengan batang berwarna hijau. Daun berukuran medium, bergelombang dan tegak, serta berwarna hijau gelap.

Jagung super hibrida BISI-16 tergolong tahan terhadap penyakit karat daun (Puccinia sorghi) dan penyakit bercak daun (Helminthosporium maydis).

50% pembungaan (keluar rambut) pada dataran rendah terjadi pada sekitar umur 57 hari sedangkan  pada dataran tinggi saat sekitar umur 73 hari.  Bentuk malai bunga sedikit terbuka dan agak terkulai dengan warna malai (anther) ungu kekuningan, warna sekam ungu serta warna rambut ungu kemerahan.

Kedudukan tongkol jagung Super Hibrida BISI-16 sekitar 111 cm diatas tanah. Klobot menutupi tongkol jagung dengan cukup baik.  Jumlah baris biji pada jagung super hibrida BISI-16 berkisar antara 14 – 18 baris, termasuk dalan kategori tongkol jagung yang sangat besar. Apalagi ditunjang dengan pengisian biji yang sangat baik dan muput sampai ke ujung, dengan  jumlah biji dalam satu baris mulai dari pangkal hingga ujung tongkol mencapai 45-50 biji.  Sehingga dalam satu tongkol bisa mencapai jumlah biji sebanyak 700-800 biji.

Tipe biji jagung super hibrida BISI-16 adalah semi gigi kuda, dengan warna oranye kekuningan dan bijinya nancap dalam pada janggel. Bobot 1.000 butir biji jagung super hibrida BISI-16 (diukur dalam kondisi Kadar Air 15%) adalah sekitar 336 gram.

Potensi hasil panen jagung super hibrida BISI-16 mencapai 13,4 ton per hektar pipilan kering.  Sedangkan rata-rata adalah sekitar 9,2 ton per hektar pipilan kering.

Jagung super hibrida BISI-16 bisa dipanen saat masak fisiologis yaitu umur  sekitar 107 hari pada dataran rendah sedangkan pada dataran tinggi saat umur sekitar 135 hari. Pada saat jagung siap panen, daun dan tanaman masih tetap hijau (stay green), sehingga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak (sapi atau kambing).

Silakan klik disini untuk info pembelian (versi web) I Atau klik disini untuk versi Mobile (HP, Tab, dll)

BISI-2 Super

Sejak dirilis pada tahun 1995, hingga saat ini (2011) benih jagung hibrida BISI-2 tetap disukai oleh petani, terbukti dari angka penjualannya yang tetap tertinggi diantara semua varietas jagung hibrida di Indonesia.

Telah lebih dari 15 tahun Benih jagung hibrida BISI-2 setia membantu petani di seluruh Indonesia meningkatkan produksi jagung mereka. Meningkatkan kesejahteraan petani dan membantu meningkatkan harkat martabat petani jagung Indonesia.  Tidak terhitung berapa banyak anak-anak yang berhasil dalam kehidupan mereka dengan biaya dari hasil jagung hibrida BISI-2 yang ditanam orangtuanya.  Sungguh sebuah pengabdian yang sangat tulus dari benih jagung hibrida BISI-2 selama lebih dari 15 tahun.

Kenyataan yang ada saat ini benih jagung hibrida BISI-2 tetap disukai oleh petani di seluruh Indonesia dan tetap ditanam oleh petani secara turun temurun. Dimanapun ada benih jagung tetap terucap BISI-2 sebagai pilihan yang penuh cerita, baik sebagai kenangan baik yang diingat, ataupun hasil yang didapatkan.  Pantaslah jika kami mengatakan bahwa benih jagung hibrida BISI-2 adalah sebuah LEGENDA.

Tidak hanya sekedar nama yang diingat, tetapi memang jagung hibrida BISI-2 mempunya keunggulan yang tidak dimiliki oleh jagung hibrida yang lain.

Kemampuan genetik untuk menghasilkan 2 tongkol jagung yang sama besar dalam satu tanaman, tidak ada pada varietas jagung yang lain. Keunggulan ini menjadi daya tarik dan memberi keuntungan yang lebih pada petani.  Lebih dari 80% tanaman jagung hibrida BISI-2 akan mengeluarkan 2 tongkol jagung yang bisa dimanfaatkan petani, baik sebagai jagung pipil atau sebagai jagung sayur (babycorn).

Kemampuan adaptasi jagung hibrida BISI-2 terhadap kondisi lingkungan yang sangat baik, membuat jagung hibrida BISI-2 bisa ditanam di lahan manapun di Indonesia. Lahan persawahan di Jawa, daratan kering tadah hujan di NTT dan NTB, lebak-lebak dan lahan pasang surut di Sumatera, lahan gambut di  Kalimantan, perbukitan di Sulawesi ataupun pegunungan hutan di Sumatera Utara dan Lampung telah menjadi lokasi penanaman jagung hibrida BISI-2 selama lebih dari 15 tahun.

Keunggulan utama yang dirasakan sangat menguntungkan petani adalah kualitas hasil jagung hibrida BISI-2 yang sangat baik. Dengan kadar air panen yang cukup rendah, menyebabkan susutnya berat biji setelah proses pengeringan sangat kecil.  Kadar air panen yang rendah membuat jagung hibrida BISI-2 ini bisa bertahan lama apabila disimpan dan tidak akan berjamur yang bisa menimbulkan aflatoksin.

Jagung Hibrida BISI-2 termasuk dalam golongan Hibrida Silang Tunggal (Singgle Cross). Mempunyai batang tanaman yang tinggi dan tegak, dengan  tinggi tanaman sekitar 232 cm. Daun berwarna hijau cerah, berbentuk panjang, lebar dan terkulai.

Kedudukan tongkol jagung di tengah-tengah tinggi batang. Tongkol jagung berukuran sedang dengan bentuk silindris dan seragam. Kelobotnya menutupi tongkol dengan baik sehingga dapat menghindari masuknya air hujan ke dalam tongkol.  Jumlah baris dalam satu tongkol jagung hibrida BISI-2 berkisar 12-14 baris.

Tipe biji semi mutiara dan warna biji kuning oranye. Potensi hasil Jagung Hibrida BISI-2 mencapai 13 ton per hektar pipilan kering, sedangkan rata-rata hasilnya adalah 8,9 ton per hektar pipilan kering. Bobot 1.000 butir biji jagung  hibrida BISI-2 (diukur dalam kondisi Kadar Air 15%) adalah sekitar 265 gram.

50%  pembungaan (keluar rambut) jagung hibrida BISI-2 terjadi pada sekitar umur 56 hari dan bisa dipanen saat masak fisiologis yaitu umur  sekitar 103 hari.

Silakan klik disini untuk info pembelian (versi web) I Atau klik disini untuk versi Mobile (HP, Tab, dll)

BISI-12

Komitment PT. BISI International Tbk, untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani dengan melepas varietas benih jagung yang berkualitas kembali dibuktikan dengan dipasarkannya Benih Jagung Super Hibrida BISI-12.

Dengan keunggulan utamanya yang sangat tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), tahan terhadap kondisi basah ataupun kering dan mempunyai produksi yang tinggi, Jagung Super Hibrida BISI-12 diproyeksikan untuk bisa mampu meningkatkan produksi hasil jagung dan meningkatkan pendapatan petani, sehingga diharapkan juga meningkatkan kesejahteraan petani.  Motivasi inilah yang menjadi tagline untuk Benih Jagung Super Hibrida BISI-12, yaitu Hasil Melimpah Petani Sejahtera.

Jagung Super Hibrida BISI-12 yang termasuk dalam golongan Hibrida Silang Tunggal (Singgle Cross) ini mempunyai  tinggi tanaman sekitar 196 cm dengan daun berwarna hijau gelap, bergelombang dan agak tegak. Batang tanaman besar, kokoh dan tegak serta berwarna hijau.

50% pembungaan (keluar rambut) terjadi pada sekitar umur 57 hari.  Bentuk malai bunga terbuka dan agak terkulai dengan warna malai (anther) ungu kekuningan, warna sekam ungu kehijauan serta warna rambut juga ungu.

Kedudukan tongkol jagung sekitar 95 cm di atas tanah. Tongkol jagung tertutup kelobot dengan baik sehingga dapat menghindari masuknya air hujan ke dalam tongkol.  Jumlah baris dalam satu tongkol jagung super hibrida BISI-12 berkisar 14-16 baris.

Dengan tipe  biji semi mutiara dan warna biji kuning oranye, Jagung Super Hibrida BISI-12 berpotensi hasil mencapai 12,4 ton per hektar pipilan kering, sedangkan rata-rata hasilnya adalah 8,0 ton per hektar pipilan kering. Bobot 1.000 butir biji jagung super hibrida BISI-12 (diukur dalam kondisi Kadar Air 15%) adalah sekitar 318,9 gram.  Jagung super hibrida BISI-12 bisa dipanen saat masak fisiologis yaitu umur  sekitar 100 hari.

Jagung super hibrida BISI-12 baik untuk ditanam di dataran rendah dan beradaptasi dengan baik pada musim kemarau di daerah yang cukup tersedia air.

Silakan klik disini untuk info pembelian (versi web) I Atau klik disini untuk versi Mobile (HP, Tab, dll)

Kolaborasi BISI dan CPI membantu petani Jagung Hibrida di Takalar

Acara yang bertajuk “meningkatkan mutu jagung pipil dengan pengenalan standar mutu jagung” ini diadakan sebagai salah satu bentuk kepedulian PT.Charoen Pokphand Indonesia sebagai penyerap terbesar jagung di Indonesia terhadap petani untuk meningkatkan pengetahuan mutu jagung khususnya di Kabupaten Takalar. Kegiatan ini diadakan pada Hari Sabtu, 03 September 2016 di Desa Pa’dinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takakar. Turut hadir Camat Sanrobone, Bapak H. Muhammad Tahir.

seminar_manajemen_panen_jagung_1

Dalam sambutannya, Camat Sanrobone mengucapkan terima kasih kepada PT.Charoen Pokphand Indonesia yang telah melakukan kunjungan ke Kabupaten Takalar selama ini untuk mengedukasi masyarakat. Dalam kesempatannya beliau merasa sangat terbantu dengan adanya acara seminar tersebut karena bisa memberikan pelatihan dan pembelajaran kepada petani dan pedagang jagung serta lebih mempererat tali silaturrahmi antara petani, pedagang, dan PT.Charoen Pokphand Indonesia. “Charoen Pokphand Indonesia sebagai pabrik pakan yang besar kami harapkan mampu menerima jagung produksi Kabupaten Takalar yang cukup banyak” tutur beliau dalam sambutannya pada acara yang dihadiri oleh Petani, Kelompok Tani, dan Pedagang Jagung se- Kabupaten Takalar tersebut.

 

Kegiatan tersebut diawali dengan Pemberian materi yang dibagi menjadi Dua Sesi. Sesi Pertama dibawakan oleh Tim PT.Bisi International yang berjudul Sistem Budidaya Jagung Hibrida kemudian dilanjutkan oleh Tim PT.Charoen Pokphand Indonesia yang berjudul Kualitas Jagung dan Penanganan Pasca Panen. Setelah pemberian materi, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan Tanya jawab. Sesi ini dibagi menjadi tiga sesi, cukup banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh Petani hingga pedagang terkait materi yang telah diberikan sehigga jalannya diskusi ini terlihat sangat menarik. Selain itu para petani hingga pedagang turut berdiskusi mengenai permasalahan yang sering mereka temui terkait penerimaan jagung di CPI dan kemudian dijawab secara komprehensif oleh Tim CPI yang terdiri dari Departemen Purchasing dan Feed Technology. Acara kemudian ditutup dengan Hiburan dan Makan siang bersama .

Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen dari Charoen Pokphand Indonesia untuk memberikan pengetahuan kepada Petani dan Pedagang untuk menyediakan Jagung yang berkualitas baik sehingga memberikan nilai lebih yang menguntungkan bagi petani dan pedagang. Dengan adanya hal tersebut maka terciptalah sinergi yang baik antara Charoen Pokphand Indonesia dan Petani maupun Pedagang.

Sumber : https://www.ciptapangan.com (14/09/2016)

Bupati Gorontalo Panen Perdana Jagung Bisi 18

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo bersama unsur TNI melakukan panen perdana jagung bisi 18 di Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Minggu.

“Kita harus bisa menggunakan dan mengolah lahan-lahan yang terlantar, memanfaatkan lahan kita dengan baik dan hal ini akan mendongrak kesejahteraan pertanian berkelanjutan,” kata Nelson.

 

Bupati mengatakan, saat ini walaupun sudah banyak masyarakat yang beralih profesi menjadi pedagang, perajin, namun masyarakat jangan melupakan pertanian.

“Pertanian berkelanjutan yang dimaksud adalah mempunyai irigasi yang bagus, gunakan pupuk organik dan area yang tertata baik,” katanya.

Menurut bupati, hal itu untuk mengarah kepada perbaikan lingkungan yang baik. Terkait panen hari ini, petani patut berbahagia karena pertanian di Gorontalo memiliki potensi yang sangat besar.

“Saya menyambut positif upaya para kelompok petani mengembangkan tanaman jagung bisi 18, hal tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi jagung dalam rangka mendukung program pertanian terpadu dalam rangka pencapaian swasembada pangan dan swasembada pangan berkelanjutan,” katanya .

Dalam rangka mendukung program pertanian terpadu yang berkelanjutan, Bupati Nelson Pomalingo, meminta masyarakat harus mengoptimalkan lahan yang ada.

“Untuk memperoleh capaian ini, perli peran serta dan kolaborasi dinas pertanian, camat dan kades-kades agar menginventaris seluruh lahan yang belum dioptimalkan,” tutup Nelson Pomalingo.

Sementara itu, Camat Telaga Jaya, Syaiful Hippy menyampaikan, saat ini potensi lahan pertanian Kecamatan Telaga Jaya untuk lahan basah (padi sawah) potensi 210 hektare, yang difungsikan 182 hektare, belum dimanfaatkan 28 hektare.

Untuk lahan kering potensi 100 hektare, yang difungsikan 79 hektare, dimanfaatkan untuk hortikultura dan lainnya 22 hektare.

Rincian bantuan untuk kecamatan telaga jaya tahun 2016,yakni bantuan bibit padi sawah seluas 179Ha dengan jumlah bibit 4250Ha untuk lima kelompok tani sudah ditanam dan sekarang sementara panen.

“Bantuan bibit jagung seluas 79 hektare dengan jumlah 1.185 kg dibagikan pada tiga kelompok di desa yakni Kelompok tani (poktan) Nurul Falah Desa Luwoo, poktan Karya Bakti Desa Hutadaa dan poktan Angkasa Jaya Desa Buhu sudah ditanam dan yang sekarang kita laksanakan panen perdananya,” kata Syaiful.

Syaiful melanjutkan, dengan adanya bantuan jagung seluas 79 hektare tersebut, yaitu untuk mengantisipasi hasil panennya maka diberikan bantuan satu unit mesin perontok jagung.

Kemudian bantuan lain, yakni bantuan untuk mengembangkan cabai seluas empat hektare terdiri atas dua hektare untuk Poktan Nurul Falah Desa luwoo dan dua hektare untuk Poktan Mopolamahu Desa Buhu.

Bahan-bahan yang diterima berupa benih cabe 60 sak, pupuk organik cair, pupuk organik padat 380 kilogram (kg), Mulsa 36 Bal, Hand sprayer empat unit, pompa air dua unit, tempat persamaian dua unit, hand traktor mini dua unit serta cultivator dua unit.

Sumber : http://www.antaragorontalo.com (11/09/2016)

Babinsa Sukodono Bantu Pemupukan Jagung BISI-18

Pada hari   Selasa  tanggal 09 Agustus 2016  pukul  09 00 s/d  10 30 Wib, bertempat lahan Sawah Bpk Suparman anggota kelompok tani Marsudi tani alamat Dk. Dulas RT.03 Ds.Pantirejo Kec.Sukodono Kab.Sragen  Babinsa Pantirejo, Babinsa Jatitengah, Babinsa Bendo Koramil 13/Sukodono Kodim 0725/Sragen Serda Hartadi,Pelda Jarot Utama, Serda Paidi melaksanakan upsus pendampingan pertanian dengan kegiatan pemantauan dan pemupukan tanamaman jagung jenis BISI 18 program Kodim 0725/Sragen.

 

Dalam Kegiatan upsus pendampingan Babinsa tersebut menggunakan pupuk bersubsidi dengan jenis Urea, ZA dan SP 36 dengan luas lahan 0,5 Ha, penanaman   bibit jagung pada masa tanam III TA.2016 di lahan sawah milik Bp.Suparman anggota kelompok tani Marsudi tani yang pertama pada tanggal 27 Juni 2016 karena curah hujan tinggi menyebabkan bibit tidak tumbuh sehingga anggota Koramil 13/Sukodono bersama PPL dan kelompok tani marsudi tani melaksanakan penanaman ulang pada tanggal 12 Juli 2016 dengan behih jagung sama BISI 18 cap Kapal Terbang produsen PT Bisi Internasional Tbk.

Pada saat pemupukan tanaman jagung usia 28 hari tinggi pohon 25 cm jumlah daun 8 lembar, petani kelompok tani Sasmudi tani Dk.Dulas Rt.03 Ds.Pantirejo Kec.Sukodono sangat mendukung program ketahanan pangan penanaman benih jagung bersama TNI karena pada masa tanam III di wilayah Ds.Pantirejo Kec.Sukodono rata-rata palawija karena curah hujan masih tinggi ada yang beralih ke tanaman padi.

Sumber : http://kodim-0725-sragen.blogspot.co.id (10/08/2016)

Wujudkan Ketahanan Pangan Koramil Pamotan Gelar Panen Raya Jagung Hibrida Bisi 18

Koramil 09/pamotan Kodim 0720 Rembang bersama- sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) melakukan Giat panen raya tanaman jagung di lahan milik LMDH wonosari mulyo desa Pamotan. Kamis (04/08).

Adapun jenis jagung yang ditanam yaitu jagung Bisi 18 di lahan petak 21 s.d 26 KPH Mantingan seluas 367 Ha menghasilkan 12,48 ton/Ha.
Hadir dalam kegiatan panen raya tersebut Kadistanhut Rembang, Asper KPH Mantingan, Muspika Pamotan, Mantri tani, PPL pamotan, Tomas, Pok tani desa pamotan dan sponsor dari PT POKPAND BISI jagung 18.

Dalam kesempatan tersebut Kadistanhut Rembang mengatakan harga jagung sudah mulai membaik dan cukup mahal, maka dari itu diharapkan para petani dapat meningkatkan produksi jagung dengan tujuan agar Pemerintah Indonesia tidak lagi mengimport jagung dari luar negeri dan harga jagung bisa stabil. Kondisi wilayah kecamatan Pamotan masih sangat potensial untuk mengembangkan program swasembada pangan khususnya jagung bisi 18, kedepan mari kita perkenalkan kepada masyarakat jagung bisi 18 juga bisa hidup dan berhasil kita tanam dengan hasil yang cukup baik di wilayah kecamatan Pamotan,ujarnya.

Sumber : http://kodam4.mil.id (05/08/2016)

BISI Perbesar Penjualan Benih Ke Luar Negeri

PT BISI International Tbk., memperbesar pasar benih di luar negeri dengan meningkatkan ekspor ke negara kawasan. Kontribusi pasar internasional ditargetkan mencapai 40% dari total penjualan pada 5 tahun ke depan.

Presiden Direktur BISI Jemmy Eka Putra mengatakan permintan benih pasar luar negeri cukup besar dalam beberapa tahun terakhir.

“Terutama pasar India dan China cukup besar permintaan benih cabai dan mentimun. Kami akan pacu ekspor kesana,” ujarnya di sela-sela penadatanganan kontrak penjualan benih dengan buyers China dan India di Pare, Kediri, Selasa (2/8/2016).

Kurniawan Wibowo, International Product Development Manager BISI, mengatakan saat ini pasar internasional perseroan sekitar 15%-20% yang didominasi oleh kawasan Asia.

Menurutnya, dalam lima tahun ke depan pasar internasional akan ditingkatkan menjadi 30%-40%. “Pemintaan benih internasional cukup besar, terutama di kawasan Asia,” terangnya.

Dia menyampaikan nilai penjualan benih perseroan saat ini senilai US$5 juta atau setara Rp65 miliar (kurs Rp13.500 per dolar AS) per tahun. Penjualan itu, sambungnya, terbesar di China dan India.

“India itu permintaan benih cabai mencapai 9 ton per tahun dari produksi benih cabai kita sekitar 10 ton per tahun. Memang kebanyakan ekspor untuk benih cabai,” tuturnya.

Selain itu, India sebagai pengimpor benih mentimun yang mencapai 8 ton per tahun dari produksi BISI 10 ton per tahun.

Sementara itu, China merupakan pengimpor terbesar untuk benih semangka yang mencapai 2 ton per tahun, selain benih cabai dan mentimun.

Pada kesempatan itu customer India dan China meneken kontrak pembelian benih cabai. Ada sekitar 100 costumer yang hadir dalam penandatanganan kontrak.

Selain India dan China, hadir juga perwakilan customer dari Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Jaya Kumar, perwakilan costumer India, mengatakan benih dari BISI kualitas sangat unggul dibandingkan dengan negara kawasan. “Dibandingkan dengan benih negara seperti China dan Thailand, benih dari BISI sangat bagus,” ujarnya.

PENJUALAN BISI

Penjualan benih BISI hingga semester I/2016 mencapai Rp743 miliar, tumbuh 23,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Jemmy, target penjualan benih perseroan pada tahun ini sebesar Rp1,7 triiun. Kendati belum mencapai separuh dari target, dia optimistis bakal tercapai. “Karena musim tanam biasanya datang pada semester akhir. Jadi permintaan benih besar. Terutama jagung,” ujarnya.

Hingga semester I/2016 jagung memberikan kontribusi penjualan sebesar 33,8%. Kemudian diikuti pestisida dan holtikultura. Tahun ini kontribusi penjualan jagung ditargetkan mencapai 40%-45%, sedangkan pestisida 35% dan sisanya benih holtikultura.

Sumber : http://industri.bisnis.com (02/08/2016)

Dihadiri Ribuan Petani Dalam dan Luar Negeri, BISI Luncurkan Beragam Benih Baru di Pare, Kediri

PT BISI International Tbk (BISI) meluncurkan sejumlah jenis varietas benih tanaman panganter barunya di Kecamatan Pare, Kediri, Jawa Timur, hari ini, Selasa (2/8/2016).

Acara yang bertajuk National & International Farm Field Day ini mengundang sekitar 1.250 peserta baik dari dalam maupun luar negeri.

Produk benih unggulan terbaru yang akan dirilis ditujukan pada para petani konsumen maupun petani customer (distributor dan agen), baik di dalam maupun di luar negeri.

Harapannya, dengan pengenalan ini para petani mendapat pengetahuan baru.

Varietas benih tanaman pangan yang diperkenalkan antara lain benih jagung hibrida, benih padi serta untuk benih hortikultura seperti benih jagung manis, cabe, mentimun.

Ada juga benih terong, tomat, semangka (biji dan non biji), melon, kembang kol, waluh, paria, gambas, kacang panjang, buncis, sawi, bayam dan kangkung.

Pada kesempatan yang sama juga BISI mengadakan seremonial tanda tangan kontrak ekspor benih dengan China dan India yang selama ini dikenal sebagai dua negara utama pengekspor benih dari BISI.

BISI juga siap memperkenalkan fasilitas terbarunya yakni BISI Multimedia Adventure.

Nantinya fasilitas tersebut akan memuat informasi perusahaan baik dari keunggulan produk maupun perjalanan sejarah perusahaan untuk memudahkan pengguna mengakses informasi yang dibutuhkan.

Rangkaian acara ini dihadiri sekitar 1.250 peserta.

Sebanyak 1.150 diantaranya peserta domestik yang merupakan perwakilan dari konsumen dan customer dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara.

Sebanyak 100 orang lainnya merupakan peserta internasional yang merupakan perwakilan dari customer India, Filipina, China, Thailand, dan Vietnam. Negara-negara yang menjadi mitra ekspor utama BISI.

Sumber : http://www.tribunnews.com (02/08/2016)

CPI Janji Beli Jagung Petani Pakai Harga Pemerintah

Produsen pakan ternak PT Charoen Pokphand Tbk. berkomitmen membeli seluruh jagung petani binaan anak perusahaannya, PT Bisi International Tbk., sesuai harga referensi pemerintah.

Sebagai informasi, saat ini harga pembelian jagung pipil kering ditetapkan Rp3.150 per kg dengan kadar air maksimal 15%. Apabila harga pasar lebih rendah dari harga referensi, maka emiten berkode saham CPIN itu akan membeli hasil panen petani senilai harga referensi.

mou-pembelian-jagung-bisi-150617-sa-1

Namun, apabila ternyata harga pasar lebih tinggi dari referensi, maka Charoen akan membeli jagung hasil panen petani sesuai harga pasar.

“Melalui jaminan pembelian ini, diharapkan harga jagung di tingkat petani akan lebih terjaga dengan baik, terutama saat musim panen raya,” kata Presiden Direktur Charoen Pokphand Thomas Effendy saat penandatanganan nota kesepahaman dengan petani binaan BISI di Mojokerto yang disaksikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Jumat (15/7/2016).

Di sisi lain, BISI sebagai salah satu produsen benih jagung hibrida terbesar di Indonesia berperan sebagai penyedia benih jagung hibrida yang berkualitas unggul, sekaligus memberikan bimbingan teknis budidaya kepada petani binaan.

Tahun ini BISI siap memperluas area program kemitraan dengan petani binaan sebesar 100.000 hektare yang tersebar di Sumatra Utara, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Sulawesi Selatan.

20160715173415menteripertanian3

Dari rencana itu, Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah tujuan program tersebut dengan luas area kemitraan 5.000 ha sampai Juni.

Dengan MoU ini, tutur Thomas, CPIN sebagai produsen pakan ternak terbesar di Indonesia akan bisa memperoleh akses yang lebih mudah untuk membeli jagung sebagai bahan baku utama industri pakan ternak sehingga tidak perlu impor dari negara lain.

Sumber : http://industri.bisnis.com (15/07/2016)

Gebrakan Mentan Amran untuk Potong Rantai Pasok Jagung dan Berdayakan Petani

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menghadiri panen raya jagung di Mojokerto. Di acara ini juga berlangsung penandatanganan MoU Kemitraan antara PT Chareon Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dengan petani jagung binaan BISI, sebuah perusahaan benih untuk tanaman pangan dan holtikultura.

o8pxqxsjmk_1468591738

Jalinan kemitraan ini disambut gembira oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Menteri Amran menyebut kerja sama seperti ini, dapat terbentuk suatu sistem baru yang diharapkan bisa memotong rantai pasok, menahan harga pangan pada harga yang wajar, dan menguntungkan petani.

“Terbentuk pasar baru, sistem baru, petaninya sejahtera,” ungkapnya sesaat setelah melakukan panen raya jagung di Desa Pohkecik, Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jumat (15/7/2016).

Saat ini Pemerintah tengah menyediakan bantuan berupa benih, pupuk dan herbisida demi membantu produksi di tingkat petani jagung. Dengan adanya sistem seperti ini, ditargetkan pula dapat mewujudkan swasembada jagung di tahun 2018 nanti. Alhasil, penghasilan petani bisa ‘meroket’.

“Begitu sistem ini terbentuk, kita akan duplikasi ke komoditas lainnya. Kalau aja ada 10 perusahaan seperti itu, berarti ada 1 juta hektar. Berarti selesai impor,” tandasnya.

“Coba hitung 1 hektar kali 8 ton (estimasi produksi). 8 ton kali 3450. 27 juta. Coba, biayanya kan dibantu Pemerintah. Katakanlah biayanya 20 juta, bagi 3. 7 juta? Lebih tinggi dari gaji bupati. Petaninya sudah untung, peternaknya untung, pengusahanya untung. Ayam juga jangan jatuh terlalu jauh. Ini yang kami kejar,” pungkasnya.

CPI sendiri telah berkomitmen untuk membeli seluruh hasil panenan petani program kemitraan binaan BISI. Seluruh hasil panenan jagung akan dibeli oleh CPI sesuai dengan harga referensi (HPP) dari Pemerintah.

Sebagai informasi, tahun 2016 ini BISI siap untuk memperluas area program kemitraan dengan petani binaan sebesar 100.000 hektar yang tersebar dari Sumatera Utara, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB dan Sulawesi Selatan.

Dari rencana luasan lahan kemitraan jagung 100.000 hektar di tahun 2016 ini, Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah utama tujuan program tersebut. Sampai dengan bulan Juni 2016 ini tercatat luas area kemitraan jagung di Kabupaten Mojokerto telah mencapai 5.000 hektar.

Sumber : http://www.nusakini.com (15/07/2016)

BISI Targetkan Produksi Benih Jagung 20.000 Ton

Salah satu produsen benih jagung, yakni PT BISI International Tbk yakin target produksi tahun ini sebesar 20.000 bisa tercapai. Keyakinannya ini didorong oleh permodalan yang cukup.

Modal yang dimiliki disebut Presiden Direktur PT BISI International Tbk, Jemmy Eka Putra sebesar Rp 40 miliar. Modal tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu sebesar Rp 35 miliar. Modal ini berasal dari kas internal perusahaan.

Benih yang ditargetkan PT BISI International Tbk tahun 2016 ini naik 25% dibandingkan dengan realisasi tahun 2015 sebesar 15.000 ton. Sampai saat ini, realiasi produksi benih Bisi sebesar 5.000 ton dan tetap optimis akhir tahun mencapai 20.000 ton.

“Kami menjual benih jagung Hibrida Bisi dengan harga sekitar Rp 60.000 per kilogram (kg),” ujarnya, Jumat (15/7).

Penjualan benih Bisi sebagian besar diberikan kepada petani jagung lewat kerjasama kemitraan, dimana Bisi menjual benih jagung kepada petani binaan mereka dan memberikan pendampingan selama proses penanaman.

Selanjutnya, petani binaan baru membayar harga benih tersebut setelah petani panen jagung. Jadi, kemitraan dilakukan dengan memberikan modal awal ini diharapkan terus berkembang dan memudahkan petani meningkatkan produksi jagung mereka.

Sejauh ini, PT Bisa sudah memiliki kerjasama dengan petani dengan luas lahan sebesar 30.000 ha, dimana luas lahan itu ditargetkan mencapai 100.000 ha pada tahun ini.

Sekadar perbandingan, pada tahun lalu kerjasama Bisi dengan petani jagung baru mencapai 30.000 ha lahan. Rata-rata produksi benih jagung Bisi mencapai 7 ton hingga 9 ton per ha. Keunggulan benih Bisi juga lebih toleran terhadap penyakit dan ketahannya terhadap hama cukup tinggi.

Nah jagung petani ini langsung dibeli PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) yang merupakan induk usaha Bisi.

Charoen sendiri membeli jagung petani itu sesuai dengan harga pasar dimana saat ini sebesar Rp 3.450 per kg. Sementara harga referensi Kementerian Pertanian (Kemtan) sebesar Rp 3.150 per kg.

Jadi, bila harga jagung jatuh di bawah harga referensi Kemtan, maka Charoen harus membeli dengan harga referensi.

Sumber : http://wartaagro.com (15/07/2016)

Panen Jagung Hibrida BISI-18 Seluas 1 Hektar Dalam Waktu 7 Jam

Memanen jagung saat ini tidak perlu waktu yang lama. Dengan menggunakan teknologi Corn Combine Harvester, untuk memanen tanaman jagung seluas 1 hektar, hanya dibutuhkan waktu 7 jam (1 hari). Sementara bila menggunakan cara konvensional, memakan waktu hingga 5 hari, dengan biaya untuk borongan petik Rp. 800.000 dan rontok Rp1.060.000. Corn Combine Harvester bersumber dari anggaran APBN TP Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah tahun 2016.

Sosialisasi teknologi baru, mesin petik sekaligus perontok jagung tersebut berlangsung di Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Sabtu ( 25/6). Dalam kesempatan tersebut dilakukan panen jagung varietas BISI 18 oleh Kelompok Tani Sari Tani, Desa Kaleng kecamatan Puring.

Hadir Bupati Kebumen Ir. H. Mohammad Yahya Fuad, SE, Ketua DPRD H Cipto Waluyo SKep Ns, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kabid Usaha Pertanian Ir Iman Budiyono, M.Si. Hadir juga Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Ir Tri Haryono, Staff Ahli Bupati bidang Pembangunan Ir Siti Kharisah,dan para Kepala SKPD, Camat beserta Muspika setempat. Hadir juga para Penyuluh dan Kepala Desa serta perwakilan kelompok tani wilayah potensi jagung. Yakni dari Kecamatan Ayah, Mirit, Ambal, Buluspesantren, Klirong, Petanahan dan Puring.

Bupati Ir. H. Mohammad Yahya Fuad, SE menyambut baik usaha yang telah dilakukan masyarakat Kebumen bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Kebumen selaku pembina teknis dalam melaksanakan program ketahanan pangan melalui Upaya Khusus Padi, jagung dan kedelai (UPSUS PAJALE). Khususnya jagung, yang hari ini dipanen menggunakan sarana pasca panen berupa Corn Combine Harvester sebagai alat mesin baru bagi para petani kita. ” Saya harap alat tersebut bisa dioperasionalkan secara maksimal, dirawat dan di jaga dengan baik , serta bisa bermanfaat bagi para petani ” pesan Bupati.

Menurut Bupati modernisasi pertanian berupa penggunaan alat-alat mesin pertanian di era sekarang ini sudah tidak terelakan lagi. Selain bertujuan untuk melakukan efisiensi didalam pembiayaan usaha tani, juga sebagai jawaban atas kelangkaan tenaga kerja pertanian di daerah. Penggunaan alat upaya menekan susut hasil (losses), mempertahankan kualitas hasil serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing, yang pada akhirnya akan meningkatan pendapatan petani, sehingga bisa mengurangi angka kemiskinan.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kebumen Ir Puji Rahaju mengatakan Teknologi Corn Combine Harvester merupakan bantuan dari Kementrian Pertanian melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah. Di Jawa Tengah, teknologi baru tersebut baru ada 2 buah, yakni di Kebumen dan di Kabupaten Sragen. Keuntungan alat tersebut selain untuk pengamanan hasil, juga lebih efisien, aman, serta bisa menekan susut hasil (losses ) dan menginspirasi upaya percepatan tanam.

Menurutnya, produksi jagung tahun 2016 diperkirakan akan naik lebih tinggi seiring dengan Intensifikasi berbagai program Kementrian Pertanian. Data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kebumen menyebutkan target untuk Kabupaten Kebumen seluas panen 5.836 ha, produksi 45.795 ton/ha dan produktivitas 78.47 kwt/ha salah satunya adalah di desa Kaleng seluas 78 ha.

Adapun dukungan berupa bantuan sarana pasca panen yang telah diberikan, pada Tahun 2015 berupa mini combine harvester sebanyak 20 unit, vertical dryer padi dan jagung sebanyak 4 unit, corn sheller sebanyak 4 unit, power thresser multiguna sebanyak 5 unit, dan refocusing penggilingan padi sebanyak 4 unit.

Sedangkan pada Tahun 2016 berupa combine harvester kecil sebanyak 37 unit, combine harvester sedang sebanyak 6 unit, power thresser sebanyak 18 unit, corn sheller sebanyak 4 unit, alat angkut sebanyak 3 unit, dan corn combine harvester sebanyak 1 unit. Selain itu juga disalurkan bantuan benih jagung hibrida seluas 300 ha, sedangkan luas tanaman jagung yang ada di Kec. Puring seluas 500 ha. Semuanya bersumber dari anggaran Tugas Pembantuan APBN Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah tahun 2015-2016.

Sumber : http://jatengprov.go.id (29/06/2016)

TNI dan Distan Tanam Jagung Hibrida BISI-2 Untuk Optimalkan Lahan Tak Produktif di Lebak

Lahan seluas dua hektar di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, ditanami jagung hibrida varietas BISI-2.

Penanaman jagung di atas lahan tersebut merupakan kerjasama antara Komando Distrik Militer (Kodim) 0603 dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Pertanian (Distan) untuk mengoptimalkan lahan tidak produktif.

0dda1b2763ba72333d825a481aa1e222_xl

Dari bibit jagung yang ditanam pada Jumat 24 Juni 2016, berhasil memanen jagung sisil sebanyak 3 ton.

Dandim 0603 Lebak, Letkol CZI Ubaidilah mengatakan, kegiatan tanam jagung merupakan program kerjasama antara TNI dan Pemkab Lebak untuk pemberdayaan petani dalam mendukung program swasembada pangan Nasional.

“Nilai positifnya memberikan contoh kepada petani agar memprodukifkan lahan yang belum produktif untuk mendorong program swasembada pangan Pemerintah,” kata  Ubaidilah, kepada awak media belum lama ini.

Sebagai pilot project, program penanaman padi dilahan tidak produktif tersebut diharapkan, memberikan motivasi kepada masyarakat khususnya petani yang ada di Kabupaten Lebak.

“Agar pertani terus berlomba memproduktifkan lahan yang tidak produktif menjadi produktif, terutama di bidang komoditas pangan,” jelasnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Distan Kecamatan Bayah, Budiarti Harpiana mengharapkan, tanam jagung tidak hanya dilakukan saat panen muda, akan tetapi kedepan petani bisa memanen jagung kering karena aspek ekonomi kebutuhan jagung kering memiliki peluang pasar yang lebih baik, jenis komoditas jagung hibrida kering yang di sisil menjadi biji jagung.

“Komoditas jagung saat ini memiliki peluang pasar yang baik, petani dapat memanen jagung tua dan mengolah menggunakan alat pengikil jagung Corn Shiller, dan biji jagung sisil. Tentu, nilai ekonomisnya akan lebih besar,” ungkapnya.

Sementara, Sekertaris Distan Lebak, Rahmat Yuniar optimis, kerjasama yang dibangun antara TNI dan Pemkab dapat mewujudkan program swasembada pangan Nasional pada tahun 2017 nanti.

“Saya ucapkan terima kasih atas motivasi yang diberikan oleh Kodim 0603 Lebak kepada para petani. Ini tentunta, memberikan dampak positif dan memberikan penghasilan tambahan dil uar hasil pertanian menanam padi para petani,” paparnya.

Sumber : http://m.bantenhits.com (27/06/2016)

Danramil 14/Mondokan Beserta Anggota Tanam Jagung Super Hibrida BISI-18

Pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2016 pukul 09.00 wib Danramil 14/Mondokan Kapten Inf Andon Supriyadi beserta  anggota melaksanakan  tanam jagung benih super hibrida jenis Bisi 18 bantuan dari Komandan Kodim 0725/Sragen sebanyak 20 tablet dan ditanam di tempat Bpk suminto. Grogol kedawung, Mondokan dengan luas lahan yang ditanam 0.5 Hektar dan selebihnya benih jagung bantuan dari Komandan Kodim 0725/Sragen di berikan kepada kelompok tani jagung yang ada diwilayah koramil 14/Mondokan,  dalam upaya mendukung program Upsus Pajali guna menyukseskan program pemerintah khususnya ketahanan pangan yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi bersama TNI dan Kementerian Pertanian.

kodim-1

Danramil 14/Mondokan kapten Inf Andon Supriyadi mengatakan pada praktiknya, Babinsa Koramil 14/Mondokan selalu bekerja sama dengan aparat kecamatan dan dinas pertanian turun ke ladang petani untuk memberikan pendampingan kepada  petani dalam memberikan motifasi bercocok tanam dan perawatan tanaman jagung pipil dan mendampingi dalam pembuatan pupuk organik untuk kebutuhan tanaman jagung. Oleh karena itu diharapkan kepada semua komponen bangsa diwilayah Koramil 14/Mondokan diajak bersama sama mengerakan petani menyatukan visi dan misi dalam menghadapi meningkatkan produksi jagung di sektor pembangunan pertanian guna tercapainya swasembada pangan dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

Sumber : https://visualisasi.online (23/06/2016)

Charoen Pokphand Tak Khawatir Impor Jagung Dibatasi

Pemerintah membatasi impor jagung untuk pabrik pakan ternak. Saat ini, impor jagung hanya boleh dilakukan oleh Perum Bulog sebagai fungsi pengendalian.

Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI), Thomas Effendy, mengungkapkan pihaknya tak khawatir pada pembatasan impor tersebut. Malahan, kebijakan tersebut bakal menggenjot pendapatan dari anak usaha benih jagung, PT Bisi International.

“Jadi jagung memang terakhir ada pembatasan, pakan kalau impor harus tunjuk Bulog sebagai importir. Kita sangat dukung program swasembada, lahan luas dan subur masa impor terus,” katanya ditemui usai RUPS di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

“Kita punya pembibitan jagung yaitu Bisi International, dengan program swasembada permintaan bibit jagung pasti lebih baik,” tambah Thomas.

Pada awal tahun lalu, sejak ada pembatasan impor, pihaknya baru membeli 600.000 ton jagung yang diimpor oleh Bulog.

Dia mengungkapkan, kesulitan menyerap jagung dari petani adalah pada kelangsungan pasokan. Karena selama ini pasokan bisa melimpah saat panen, sebaliknya sangat sulit pasca panen raya.

“Jagung itu sendiri musiman. Kalau nggak musim panen yah susah. Kemarin Maret dan April relatif ok, karena sedang panen,” terang Thomas.

Masalah kedua penyerapan jagung lokal yakni masalah kadar air yang masih tinggi pada jagung lokal, namun hal tersebut sudah bisa diatasi dengan silo dan mesin dryer di setiap pabrik CPI.

“Kadang kita nggak bisa harapkan jagung petani bisa kering. Kita sulit dapat jagung yang benar-benar kering dengan kadar air 15%, kadang dapat 17% kadang 18%, tapi kita coba dengan silo dan dryer yang ada di setiap pabrik kita,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Thomas sempat menyinggung masalah kartel yang tengah menjerat CPI. Dia mengungkapkan, sikap perseroan pada kasus tersebut masih menunggu putusan di sidang lanjutan, sebelum menempuh langkah hukum lebih jauh.

“Saya pikir kasus ini sedang disidangkan. Kita ikuti saja apa hasilnya nanti, kita sudah beberapa kali ikut sidang, Senin depan ada sidang lanjutan, kita akan terus ikuti kasusnya oleh KPPU,”

Thomas menilai kasus tersebut seharusnya tak perlu dibawa ke ranah pengadilan, lantaran pemusnahan parents stock merupakan perintah pemerintah lewat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

“Jadi kartel berdasarkan permintaan Dirjen Peternakan, dari target 6 juta (ekor) total realisasinya sudah 3 juta. Dan itu kita lakukan berdasarkan surat Dirjen,” jelas Thomas.

Sumber : http://finance.detik.com (15/06/2016)

BISI International Bagi Dividen Rp 99 Miliar

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bisi International (BISI) Tbk menetapkan pembagian dividen tunai sebesar 37,51 persen dari laba bersih tahun 2015.

Direktur BISI, Setiadi Setiokusumo mengatakan, besaran dividen total yang dibagikan sebesar Rp 99 miliar atau Rp 33 per saham.

“RUPST menghasilkan keputusan pembagian dividen tunai sebesar 37,51 persen dari laba bersih tahun 2015,” ujar Setiadi.

Selain pembagian dividen tunai, pemegang saham juga telah memutuskan untuk menunjuk kantor akuntan publik Purwantono, Sungkoro & Surja sebagai akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2016.

“Pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan,” imbuh Setiadi.

Sekadar informasi, emiten produsen bibit hibrida ini sepanjang tahun 2015 membukukan penjualan Rp 1,44 triliun, naik bila dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 1,16 triliun.

Perseroan juga mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 59,74 persen di tahun 2015 menjadi Rp 265,07 miliar dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp 165,9 miliar.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com (07/06/2016)