All posts by jagung bisi

BISI International Bagi Dividen Rp 99 Miliar

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bisi International (BISI) Tbk menetapkan pembagian dividen tunai sebesar 37,51 persen dari laba bersih tahun 2015.

Direktur BISI, Setiadi Setiokusumo mengatakan, besaran dividen total yang dibagikan sebesar Rp 99 miliar atau Rp 33 per saham.

“RUPST menghasilkan keputusan pembagian dividen tunai sebesar 37,51 persen dari laba bersih tahun 2015,” ujar Setiadi.

Selain pembagian dividen tunai, pemegang saham juga telah memutuskan untuk menunjuk kantor akuntan publik Purwantono, Sungkoro & Surja sebagai akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2016.

“Pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan,” imbuh Setiadi.

Sekadar informasi, emiten produsen bibit hibrida ini sepanjang tahun 2015 membukukan penjualan Rp 1,44 triliun, naik bila dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 1,16 triliun.

Perseroan juga mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 59,74 persen di tahun 2015 menjadi Rp 265,07 miliar dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp 165,9 miliar.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com (07/06/2016)

PT. BISI raih “Best Listed Companies 2016”

Sebagai salah satu perusahaan agribisnis yang sudah sembilan tahun melantai di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT BISI International, Tbk. pada 3 Mei 2016 lalu menerima penghargaan “Best Listed Companies 2016” versi Majalah Investor. Penghargaan tahunan bagi para emiten terbaik yang melantai di lantai bursa BEI tersebut diberikan dalam rangkaian acara “Investor Awards 2016” yang diselenggarakan oleh Majalah Investor dan BEI di Main Hall BEI Jakarta.

Produsen benih, pupuk, dan pestisida yang melantai dengan kode emiten BISI ini menjadi salah satu dari 17 emiten terbaik dari 18 sektor usaha yang dinilai. Dari penilaian para juri, PT BISI berhasil menjadi yang terbaik untuk sektor pertanian dan peternakan.

Menurut Presiden Direktur PT BISI International, Tbk. Jemmy Eka Putra, keberhasilan PT BISI meraih penghargaan tersebut merupakan sebuah hasil kerja keras semua jajaran perusahaan dan stakeholder terkait yang telah saling mendukung untuk perkembangan perusahaan.

“Tentunya kita semua bersyukur bahwa apa yang kita kerjakan bersama telah diapresiasi oleh pihak lain dalam hal ini Majalah Investor,” ujar Jemmy.

Lebih lanjut Jemmy mengungkapkan, penghargaan tersebut juga menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi sehat secara financial. “Dengan demikian kita bisa terus berinvestasi, berinovasi untuk mengejar visi kita yang lebih besar, yaitu penyediaan pangan bagi masyarakat, meningkatkan produksi dan pendapatan petani, dan pada akhirnya juga untuk semua karyawan dan pemegang saham,” terangnya.

Tahun ini, pemeringkatan emiten mengusung tema “Capturing Opportunities and Creating Values in the Digital Era”. Dengan merujuk tema tersebut, para emiten dinilai sejauh mana pemahamannya terhadap tantangan dunia bisnis terkini yang berbasis digital. Dengan memahami tantangan terkini, perseroan diharapkan bisa menetapkan strategi antisipatif terhadap perkembangan dunia bisnis modern, sekaligus melakukan inovasi untuk menangkap peluang pada era digital.

Sejak awal seleksi, para emiten yang melantai di BEI, total ada 524 emiten, disaring dengan sejumlah persyaratan yang ditentukan oleh tim juri. Pertama, kepatuhan emiten dalam mempublikasikan laporan keuangan tahun buku 2015. Kedua, emiten yang dilibatkan dalam pemeringkatan harus sudah tercatat di BEI sebelum tahun 2015. Ketiga, tidak mendapat opini disclaimer dan adverse dari akuntan publik. Keempat, tidak membukukan rugi bersih dan rugi operasional tahun 2015.

Persyaratan kelima adalah memiliki ekuitas tidak kurang dari Rp50 miliar. Keenam, saham emiten bersangkutan tergolong aktif pada periode 1 April 2015 hingga 31 Maret 2016 dan tidak boleh tidak ditransaksikan selama 10 pekan atau lebih. Ketujuh, laporan keuangan emiten yang diperingkat harus bertahun buku Desember. Kedelapan, memiliki ekuitas positif selama dua tahun terakhir. Kesembilan, memiliki jumlah pemegang saham lebih dari 300 pihak.

Dari seleksi awal tersebut, dari 524 emiten, hanya 207 emiten yang dinyatakan layak untuk diperingkat. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, emiten yang lolos seleksi awal tahun ini lebih sedikit. Tahun lalu, dari 507 emiten, yang lolos seleksi awal sebanyak 246 emiten.

Emiten yang lolos seleksi awal tersebut kemudian diperingkat dengan mengacu pada delapan kriteria pemeringkatan, yaitu: return saham selama satu tahun (1 April 2015-31 Maret 2016), likuiditas saham dan volatilitas saham untuk periode yang sama, pertumbuhan penjualan tiga tahun, net operating margin (NM), return on equity (ROE), asset turn over (ATO), dan pertumbuhan laba operasi tiga tahun.

Dari hasil pemeringkatan tersebut, didukung dengan hasil polling dari 200 responden, dan wawancara dengan para direksi peraih nominasi, diperoleh lima emiten yang meraih “Top Performing Listed Companies 2016” dan 17 emiten peraih “Best Listed Companies 2016” yang terbaik di masing-masing sektor, serta 100 emiten peraih “100 Best Listed Companies 2016”.

 

Potong BISI-2, Bupati Ende Buka Panen Perdana Jagung

Bupati Ende Ir. Marselinus Petu melakukan kunjungan kerja ke Desa Embu Doa, Kecamatan Ende Utara dalam rangka membuka panen perdana jagung hibrida BISI-2 di Kelompok Tani Boa Jaya desa tersebut. Turut hadir dalam acara ini adalah Ketua DPRD Kabupaten Ende, Heribertus Waldhi dan beberapa anggota dewan lainnya serta beberapa kepala dinas di jajaran SKPD yang ada di Kabupaten Ende.

BUPATI-ENDE-2

Dalam sambutannya dihadapan para petani dan peternak Desa Embu Doa, bupati Marsel mengatakan bahwa tanaman jagung BISI-2 sangat cocok ditanam di beberapa daerah di NTT termasuk Ende sehingga jagung adalah salah satu hasil komiditi tani untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

“Masyarakat NTT adalah masyarakat yang mayoritas penduduknya adalah petani sehingga pemerintah provinsi NTT mencanangkan program untuk menanam jagung sebagai hasil komiditi lokal untuk meningkatkan pendapatan keluarga” tuturnya.

BUPATI-ENDE-1

Bupati juga menambahkan bahwa jagung yang merupakan bahan makanan pokok masyarakat NTT dapat juga dipakai untuk pakan hewan peliharaan sehingga sangatlah tepat kalau para petani menanam jagung di lahan taninya.

“Jagung BISI-2 yang kita tanam itu merupakan bahan makanan pokok kita di NTT dan juga dapat  dipakai untuk pakan hewan piaraan kita. Oleh karena itu mari kita menanam jagung di lahan kita masing – masing” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu Ketua DPRD Kabupaten Ende, Heribertus Waldhi menyampaikan kebanggannnya terhadap Kelompok Tani Boa Jaya yang merupakan salah satu poktan di Ende yang berhasil menjalankan kegiatan kelompoknya. Dirinya mengharapkan agar poktan ini kedepannnya mampu memberikan hasil panen berlipatganda.

“Saya merasa bangga dengan kelompok tani ini (Boa Jaya) karena poktan ini merupakan salah satu poktan contoh yang hari ini mampu menghasilkan jagung untuk panen perdananya. Saya harapkan agar ke depannya poktan ini mampu memanen hasilnya berlipatganda” pesannya.

Ketua kelompok tani Boa Jaya, Anthonius Rando dalam laporan tertulisnya dihadapan bupati mengatakan bahwa poktan yang dipimpinnya bergerak dalam dua bidang kegiatan yaitu bidang pertanian dan peternakan yangmana di bidang pertanian yaitu penanaman jagung hibrida BISI-2 dan pembibitan anakan cendana, sedangkan di bidang peternakan yaitu pemeliharaan sapi.

“Kelompok kami mengerjakan dua bidang kegiatan yaitu bidang pertanian yang meliputi penanaman jagung dan pembibitan anakan cendana dan bidang peternakan kami memelihara sapi yang saat ini ada didalam kandang” tuturnya.

Sumber : http://www.nttone.com (21/04/2016)

BISI-18 Kebanggaan Petani Donggo – Bima

Panen bersama-sama dengan Bupati dan jajarannya, serta dipuji oleh Bupati dihadapan masyarakat luas menjadikan kebanggaan di hati para petani Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, Bima ini.  Jagung Super Hibrida BISI-18 yang ditanam oleh Gapoktan So Tolomboda berhasil dengan memuaskan dan menjadi sebuah kebanggaan baru bagi mereka.

Pada hari Minggu, 17 April 2016, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri melaksanakan Panen Raya Jagung Super Hibrida BISI 18, di So Tolomboda Desa Mbawa Kecamatan Donggo. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura beserta jajaranya,  Babinsa, Camat Donggo, Ketua dan anggota kelompok tani So Tolombada.

donggo-bima01a

Dalam arahannya, Bupati mengatakan kegiatan panen raya Jagung Hibrida BISI-18 ini dalam rangka memberikan peluang bagi para petani, khususnya yang tergabung dalam Gapoktan So Tolomboda, agar dapat menjual hasil tanamannya ke pasar maupun Bulog Bima. Dari hasil tanaman tersebut, para petani bisa meningkatkan pendapatan.

“Kami berharap, dari Panen Raya Jagung Hibrida BISI 18 ini, kedepan para kelompok tani So Tolomboda dapat menghasilkan komoditi unggulan lainnya, selain komoditi jagung, sebagai produk unggulan. Karena di Desa Mbawa masih tersimpan tanah kosong untuk dapat dijadikan garapan penanaman produksi lain,” ujarnya.

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti bangga dengan produksi jagung petani tahun ini. Apalagi, para petani di Donggo memanfaatkan semua lahan yang ada. Tidak heran, katanya, “lahan tanaman jagung di Donggo saja seluas 11.200 hektare. ” Mengalami peningkatan tiap tahunnya. Tahun lalu, hanya 9.200 hektare.

Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan sejumlah bantuan kepada kelompok tani di Kecamatan Donggo. Berupa, mesin tanam, mesin thresser, dan Terpal.

Foto : Saatul Ikhsan (facebook)

Bupati Bima dan Pangdam Hadiri Panen Raya Jagung Hibrida BISI-18

Kunjungan Kerja Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI M. Setyo Sularso di Kabupaten Bima didampingi  6 orang perwira menengah yaitu  Kolonel Arm. Wing Handoko, Kolonel Inf. Amrizen,  Kolonel Arh. Dodo Irmanto,  Kolonel Inf. Hidayat Suryono,  Kolonel Inf. Eko Harianto dan Danrem 162/WB Kolonel Czi. Lalu Rudy Irham Srigede.

Setelah melakukan penanaman perdana pohon kayu putih di perkebunan PT. Sanggaragro Karya Persada desa Oi Katupa Kecamatan Tambora, pukul 16.55 Wita Pangdam IX/Udayana beserta rombongan tiba di Desa Boro Kecamatan Sanggar untuk melakukan kegiatan panen raya jagung hibrida BISI-18 bersama dengan kelompok tani yang ada di kecamatan tersebut.

sanggar-BIMA (1)

Pangdam dalam sambutannya dihadapan para petani  mengatakan, dirinya sangat bersyukur karena semua lahan telah ditanami jagung dan mendapatkan hasil panen yang luar biasa.

“Tentara turun ke sawah merupakan  perintah Presiden untuk membantu pencapaian program Ketahanan Pangan Nasional,” ujarnya.

Menurut Pangdam, Ketahanan Pangan penting agar rakyat tidak mengalami kelaparan dan Tentara telah diperintahkan untuk mencari lahan kosong yang bisa ditanami komoditi yang sesuai dengan kondisi tanah di suatu daerah.

sanggar-BIMA (4)

Sementara itu, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri dalam penyampaiannya dihadapan Pangdam beserta rombongan mengatakan, komoditi jagung menepati lahan paling luas di kecamatan Sanggar. Dari sisi harga, telah ditetapkan Rp 2.800 per kg.

Berkaitan dengan kerjasama untuk mendukung Swasembada Pangan Nasional, dalam jangka waktu dua tahun terakhir ini pemerintah telah bekerjasama cukup erat dengan TNI dan ditingkat lapangan berkoordinasi dengan Babinsa.

sanggar-BIMA (9)

“Pada Tahun 2016, komoditi jagung yang ditanam di Kecamatan Sanggar mencapai 12.500 Ha dan pada tahun 2016 telah disediakan 600 unit alat tanam jagung, 12 unit tresser  termasuk alat Pengering ketika panen di musim hujan yang diarahkan langsung di sentra produksi jagung,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bima akan terus berkomitmen mendorong peningkatan produksi dan produktivitas komoditi jagung ini. Mudah-mudahan komunikasi antara Pangdam dengan Kementerian terkait dapat mendukung komitmen Pemerintah Daerah dalam mencapai Swasembada pangan di Kabupaten Bima.

sanggar-BIMA (6)

Sumber : http://kahaba.net (13/04/2016); Foto : Saatul Ikhsan

Dengan BISI-18, Panen Jagung di Watugede Kediri Meningkat

Peningkatan produksi jagung di Kabupaten Kediri, perlahan tapi pasti, sudah menunjukkan hasil, baik berdasarkan angka statistik maupun kondisi riil di lapangan. Termasuk salah satunya yang ada di Desa Watugede Kecamatan Puncu, dilakukan panen raya jagung varietas Super Hibrida BISI 18, di atas lahan seluas 8,2 hektar, Selasa 5 April 2016.

Dari jumlah keseluruhan lahan pertanian seluas 147 hektar yang ada di Desa Watugede, 24,4 hektar diantaranya ditanami jagung. Panen raya jagung ini, merupakan pengembangan kemitraan usaha tani antara Gapoktan “Sido Rukun” dengan  Koperasi “Joyo Subur” melalui pinjaman lunak kepada petani.

watugede-kediri2

Danramil Puncu, Kapten Inf M. Walifatma, Camat Puncu, Sumarlan, Mantri Pertanian Puncu, Edy Suratman, dan PPL Pertanian Desa Watugede, Rusmanto, ikut ambil bagian pada panen raya tersebut, bersama para petani Desa Watugede. Dari keterangan Nurkholis, selaku Ketua Gapoktan Sido Rukun, hasil panen jagung saat ini lebih baik ketimbang sebelumnya, bahkan relatif cukup meningkat berdasarkan nilai rupiah yang didapat dari para petani.

Kapten Inf M. Walifatma, meminta agar seluruh petani turut andil dalam program pertanian yang telah dicanangkan Pemerintah Pusat, melalui upsus untuk pencapaian swasembada pangan. Khususnya masih adanya lahan sekitar 14 hektar yang ditanami rumput gajah dan sekitar 38 hektar yang ditanami ketela pohon, agar dialihkan menjadi tanaman padi ,jagung atau kedelai.

Sumber : http://www.paradigmabangsa.com (05/04/2016)

Puas Bermitra Dengan BISI, Petani Pati dan Grobogan Tanam Terus BISI-18

“Super Hasilnya”, sebuah tagline dari Benih Jagung Super Hibrida BISI-18 yang benar benar dirasakan oleh petani di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.

Program Kemitraan Jagung Super Hibrida BISI-18 yang dilakukan PT. BISI International Tbk di Jawa Tengah menjadi berkah bagi petani di Kecamatan Kayen, Kab. Pati.  Betapa tidak, panen yang didapatkan bisa lebih banyak dari hasil panen yang menggunakan varietas lain. Dalam setiap karung pipilan BISI-18, bisa lebih berat 5-6 kilogram dibanding varietas lain.

lasda01

Pak Sarijo, seorang pedagang pengepul jagung yang sudah mengikuti program kemitraan Jagung BISI-18 beberapa musim, merasakan sendiri peningkatan hasil panen tersebut. Dia  tidak mau ambil resiko beralih ke varietas yang lain karena jaminan pasar jagung pipilan BISI-18 lebih baik, warna bijinya yang cerah, dan membuat lebih mudah dalam mengambil pembayaran dari petani anggota langganan nya. Selain itu  sebagai pengepul yang biasa menghutangkan benih, dia lebih untung apabila membeli hasil panen glodongan, karena setelah dipipil, rendemen BISI-18 lebih tinggi dari yang lain.

lasdar03

lasdar02

Petani-petani yang langganan ke Pak Sarijo juga sangat menyukai jagung BISI-18, karena warnanya yang merah dan hasilnya pasti dibeli oleh Pak Sarijo. Musim ini Pak Sarijo sudah melakukan kemitraan jagung BISI-18 seluas kurang lebih 500 hektar dengan 80-an orang petaninya.

Selain Pati, Kabupaten Grobogan juga menjadi salah satu wilayah kerja Tim Kemitraan Jagung BISI-18 yang dimotori oleh Wahyu Lasdarwanto.  Salah satu peserta kemitraan jagung BISI-18  di  Kec. Tawanharjo – Grobogan, Pak Parijan juga mengungkapkan keuntungan menggunakan benih jagung BISI-18 ini adalah terletak pada hasil panennya, berbobot dan tahan wereng dan tahan bulai.

lasdar04

lasdar05

Pak Parijan juga seorang pedagang pengepul dan sudah berkali kali bermitra dengan PT. BISI.  Musim ini pak Parijan memenuhi kebutuhan 60-an orang petaninya dengan benih BISI-18 sebanyak sekitar 1.000 kg.

Salah seorang petani Pak Parijan, yaitu Pak Tikno mengakui bahwa keunggulan BISI-18 terletak pada berat panennya dan tongkol yang muput, terisi biji penuh sampai ke ujung tongkol.

Masih di grobogan, Pak Ali, dari Kec Wirosari – Grobogan, mengemukakan hal yang berbeda. Utamanya petani di daerahnya senang dengan BISI-18 karena tidak mudah tumbuh di biji setelah panen. Perawatan pasca panen juga mudah, dibiarkan di lahan juga tidak masalah, tidak akan tumbuh bijinya, sehingga mengurangi resiko mutu yang jelek dan meringankan.

Wahyu Lasdarwanto, koordinator tim kemitraan jagung BISI-18 jawa Tengah menjelaskan bahwa program kemitraan ini dimaksudkan untuk membantu petani dalam penyediaan benih bermutu dan menjamin pemasaran hasil panennya. Benih yang digunakan adalah BISI-18 yang mempunyai keunggulan utama adalah di produksinya yang tinggi, warnanya yang menarik dan kualitas biji pipilannya yang sangat bermutu.

Program kemitraan Jagung BISI-18 ini meliputi seluruh Jawa Tengah, dan sudah mencapai sekitar 15.000 hektar, jelas Wahyu.  Untuk Pati, Grobogan dan Blora sendiri sudah mencapai 4000 hektar, dan semua peserta kemitraan puas dengan hasil panen BISI-18. Untuk mengikuti program kemitraan jagung BISI-18 dan kejelasan tentang program ini, bisa menghubungi Bapak Wahyu Lasdarwanto di  08122680900.

Sumber : Wahyu Lasdarwanto

Luar Biasa, Berbahagianya Petani Flores Timur Saat Panen Jagung BISI-18

Program pemerintah dalam usaha meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan subsidi benih jagung hibrida  ternyata memberikan kebahagiaan pada petani.  Petani-petani di Kelompok Tani Hinga Hena, Desa Hinga, Kecamatan Klubagolit, Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur benar benar menerima kenyataan yang sangat membahagiakan saat mereka panen Jagung Super Hibrida BISI-18.

Kegiatan Panen Perdana Jagung BISI-18 dilaksanakan pada hari Selasa, 29 Maret 2016 yang juga dihadiri oleh Peserta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur bersama stafnya.

jhoni02

Di lahan seluas 6 hektar tersebut terlihat wajah-wajah bahagia saat dilakukan ubinan, yang ternyata memperoleh hasil sekitar 8 ton per hektar.  Ini sudah jauh berbeda saat sebelumnya mereka menggunakan jagung lokal yang hanya bisa panen sekitar 2 ton per hektar.

jhoni03

jhoni05

Padahal ini kurang pupuknya, bahkan tanpa NPK, sudah seperti itu. Begitu komentar beberapa petani. Misalkan tidak kekurangan pupuk pasti BISI 18 bisa mencapai 12-14 ton per hektarnya. Selain itu beberapa petani juga berkomentar bahwa  jagung BISI 18 berbeda dengan jagung yang lain, BISI 18 lebih  tahan kekeringan dan batang nya besar, jadi tidak mudah roboh.

jhony09

Sumber : Jhony Laka – Kupang (29/03/2016)

Dengan BISI-18, Panen Jagung di Kec. Lumbang – Pasuruan Semakin Meningkat

Bupati Pasuruan, HM Irsyad yusuf dan Wakil Bupati, Riang Kulup Prayudha, melakukan panen raya Jagung Super Hibrida BISI-18 seluas 200 hektar, di Desa Banjarimbo, Kecamatan Lumbang pada hari Selasa. 29 Maret 2016.

Panen Raya dilakukan bersama dengan Bambang Sugiharto, Kasubdit Jagung Direktorat Serealia, Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI, Achmad Nur Falaqih, Kabid Produksi Tanaman pangan Distan Jatim, Ketua DPRD, para Kepala SKPD, Camat, petani dan Gapoktan.

bowo06

Ichwan, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan mengatakan, jagung Super Hibrida BISI-18 yang dipanen tersebut merupakan bantuan dari Disperta Jatim yang bersumber dari APBN 2015 seluas 50 hektar dan kemitraan antara kelompok tani dengan PT. BISI International Tbk seluas 150 hektar.

Lebih lanjut Ichwan menjelaskan, “Jagung ini mulai ditanam bulan Desember 2015 lalu. Kita ingin merubah perilaku masyarakat pegunungan yang awalnya kurang tertarik untuk menanam jagung karena kesulitan irigasi atau teknologi yang sangat sederhana, beralih memiliki pemikiran modern untuk mengembangkan jagung hibrida ini.”

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, menyatakan  bahwa luas areal panen jagung di Kabupaten Pasuruan sekitar 44.537 ha dan menghasilkan 215.836 ton/tahun dengan produktivitas mencapai 5,6 ton/ha. Produktivitas jagung ini  jauh lebih tinggi di atas produktifitas jagung nasional yang sebesar 5,1 ton/ha maupun Jawa Timur yang sebesar 5,2 ton/ha.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf juga menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian Jatim, dan PT. BISI International Tbk yang telah membantu Pemkab Pasuruan dalam rangka pelaksanaan percepatan swasembada pangan nasional.

Perwakilan PT. BISI International Tbk, Chabib Ahmady, selaku Area Manager Jawa Timur, menyatakan bahwa kemitraan yang dilakukan di Lumbang bertujuan untuk membantu petani, dengan menyediakan benih jagung bermutu Super Hibrida BISI-18 dan membantu akses pemasaran hasil panen jagung.

BISI-18 dipilih karena memliki banyak kelebihan dibanding benih jagung yang pernah ditanam di daerah tersebut,  “Selain produksinya yang tinggi, kualitas grain (biji jagung) BISI-18 adalah yang terbaik, yang paling banyak diminati oleh pedagang dan pabrik pakan ternak.” ungkap Chabib.

Lebih lanjut dijelaskan, “Dalam hamparan yang cukup luas seperti di areal perhutanan seperti ini, BISI-18 cukup nyaman untuk petani, penanganan pasca panen lebih ringan, dalam penyimpanan tidak kuatir akan terjadi kerusakan atau tumbuh bijinya.”

Perhutani KPH Tuban Gelar Panen Raya Jagung Hibrida BISI-18

Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tuban, melaksanakan kegiatan panen raya jagung hibrida BISI-18 pada Rabu (16/3/16). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Petak 56-G Ngembes Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Plumpang, KPH Tuban yang berada di Desa Ngino, Kecamatan Semanding. Dalam acara tersebut, turut hadir Kepala Bappeda Mustarikah mewakili Bupati, Cancoko perwakilan dari DPRD Tuban beserta undangan yang hadir dari KPH Jatirogo, Parengan serta undangan dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Administratur (Adm) Perum Perhutani KPH Tuban, Riyanto Yudotomo mengatakan, bahwa acara panen raya ini adalah untuk mendukung gerakan masyarakat tani yang dalam hal ini telah melaksanakan panen raya jagung. Semua elemen harus mendukung kegiatan dari pemerintah ini, yaitu tentang ketahanan pangan sehingga produksi tanaman pertanian bisa lebih baik.

Panen-Jagung-tuban

“Perhutani akan tetap mendukung kegiatan dari pemerintah ini, ini adalah sebagai bentuk dukungan dengan cara kita memberikan lahan yang digarap oleh petani tanpa meminta hasil sedikitpun,” katanya.

Riyanto menambahkan, masyarakat harus mengetahui bagaimana mekanisme yang telah menjadi kesepakatan penggunaan tanah perhutani ini, dalam bahasa masyarakat petani biasanya tanah ini disebut dengan tanah pesanggem. Tidak ada sedikit pun biaya yang dibebankan kepada petani dalam menggunakan lahan ini.

“Justru kita mengusahakan segala kebutuhannya, semisal ada bantuan pupuk atau bibit kita akan usahakan agar petani bisa mendapatkannya, sehingga untuk saat ini panen raya bisa dinikmati secara bersama,” jelas Riyanto pada acara yang juga dihadiri PT. BISI Internasional Tbk, Perwakilan dari Bulog, dan juga Kabiro pembinaan hutan dan sosial, Divre Perhutani Jatim Susilo Budi Wacono.

Manager pemasaran PT Bisi Internasional Tbk, Chabib Achmadi mengatakan, lahan perhutani di Tuban ini sangat produktif, sebab bisa dilihat dengan tumbuhnya jagung super hibrida BISI-18 dalam panen raya kali ini, terlihat jagungnya sangat besar-besar dan kualitasnya bagus.

“Saat ini kita sudah menebar benih jagung hibrida BISI sekitar 3800 Ha diatas lahan, diperkirakan pada lahan perhutani ini untuk per hektarnya akan menghasilkan panen 6-7 ton jagung,” katanya.

Sementara itu, Adminstratur KPH Perhutani tuban, Riyanto Yudotomo juga mengatakan hal senada, diperkirakan lahan perhutani ini bisa mencapai panen untuk per hektarnya antara 6-7 ton jagung, bahkan bisa juga berpotensi hingga 12 ton tergantung pertumbuhan jagungnya juga.

“Tinggal dilihat saja hasil panennya, karena seperti kita ketahui bersama bahwa kualitas jagungnya kan sangat bagus dan ukurannya besar-besar, nantinya kan akan berpengaruh untuk hasil panennya,” jelasnya.

Diketahui, bahwa lahan perhutani KPH Tuban yang disiapkan untuk bertanam jagung ini diperkirakan mencapai 11 ribu Hektar.

Sumber : http://bloktuban.com (16/03/2016)

Cicalengka Bandung Panen Raya Jagung Hibrida BISI 18, Produksi Mencapai 8 ton per hektar

Pemprov Jabar melakukan pencanangan gerakan panen jagung di lahan seluas 1.200 hektare di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Rabu (16/3/16).

Panen raya jagung Hibrida BISI-18 itu dilaksanakan Kelompok Tani Sugih Mukti di Kampung Grogol, Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, yang merupakan kelompok tani terbaik secara nasional dalam budidaya pertanian jagung.

bandung02

“Panen raya jagung jenis hibrida BISI-18 ini mengalami lonjakan produksi yang cukup fantastis, yaitu mencapai 8 ton per hektare. Karena tahun lalu produksinya hanya mencapai 5,17 ton/ha,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian yang juga Penanggungjawab Upsus Pajale  Ir. Banu Harpini, M.Sc di sela panen raya.

bandung03

Berkaitan dengan panen jagung itu, pihak Kementerian Pertanian juga menyalurkan bantuan benih jagung hibrida untuk kebutuhan 1,5 juta hektare lahan. Selain itu, menyalurkan alat tanam corn-transplenter.

Sedangkan untuk meningkatkan produksi pertanian jagung dan padi, pihaknya menyerahkan bantuan benih jagung 82,5 ton, benih padi 312,5 ton, pestisida 23,78 ton, termasuk traktor roda dua 98 unit, pompa air 20 unit, rice transplanter 13 unit, bantuan sarana infrastruktur pertanian.

Dia berharap jagung hasil panen tersebut dapat segera diserap Bulog, agar petani bisa menikmati hasilnya. Hal itu juga bertujuan untuk menstabilkan harga jagung di tingkat petani.

bandung04

“Hasil panen ini harus segera diserap Bulog agar petani bisa menikmati hasil jerih payahnya selama ini, sehingga dampaknya menjadikan mata rantai perdagangan jagung menjadi efektif,” kata Banu.

Bupati Bandung, Dadang M Naser mengatakan, panen jagung di Kabupaten Bandung tersebut dinilai telah berhasil. Meski, pada tahun 2015 lalu produksi jagung dan padi mengalami penurunan.

“Ya untuk saat ini produksi jagung berhasil dan mengalami kenaikan dari tahun lalu,” ujar Dadang Naser usai ikut memanen jagung.

Menurut Dadang, saat ini ada tiga wilayah di Kabupaten Bandung yang memang membudidayakan jagung jenis hibrida atau pipil. Di antaranya Kecamatan Cicalengka, Kecamatan Cikancung, dan Kecamatan Nagreg.

bandung05

Dadang mengatakan, luas lahan kering di Kabupaten Bandung mencapai 73 ribu hektare hingga 74 ribu hektare. Luas lahan tersebut merupakan 40 persennya luas wilayah Kabupaten Bandung.

“Untuk lahan pertanian basah hanya 35 ribu hektare. Banyak lahan keringnya untumdi Kabupaten Bandung,” ujar Dadang.

Sumber : http://www.balebandung.com, http://jabar.tribunnews.com (16/03/2016). Foto : http://jabar.litbang.pertanian.go.id, Hari Prabowo

60% Petani Jagung di Ponorogo Menggunakan Benih Jagung Super Hibrida BISI 18

Hasil produksi pertanian Ponorogo, khususnya jagung terus mengalami peningkatan. Produksi jagung di Ponorogo setiap tahun terbilang melimpah.  Data Dinas Pertanian Ponorogo, tercatat peningkatan hingga 1 ton setiap hektare lahan jagung. Alhasil, hasil produksi jagung untuk memopang kebutuhan bisa dikatakan lebih dari cukup. 

Hasil panen jagung tahun lalu mencapai 320 ribu ton. Padahal, kebutuhan jagung masyarakat Ponorogo hanya sekitar 200 ribu ton. Pihak disperta mengklaim, sistem pengolahan serta pemilihan bibit merupakan faktor pemicu.

Kepala Dinas Pertanian Ponorogo, Harmanto menuturkan, sekitar 60% petani jagung di Ponorogo menggunakan benih jagung super hibrida BISI 18. “Dan hasilnya memang meningkat,” kata Harmanto, Selasa (15/3/2016).

Bahkan, dalam kesempatan berbeda, Bupati Ipong Muchlissoni juga sempat mengutarakan harapannya bakal meningkatkan produksi jagung hingga 500 ton setiap tahunnya.

Sementara itu, Market Development Manager PT BISI Internasional, Endang Syahroni mengaku siap berkontribusi mendukung program peningkatan hasil produksi jagung yang dicanangkan pemerintah.

Sumber : http://realita.co (15/03/2016), Foto : Antara

Forbes : BISI Masuk 50 Perusahaan Terbaik di Indonesia

PT BISI International, Tbk. (BISI) kembali meraih penghargaan bergengsi atas capaian kinerjanya sebagai produsen benih, pupuk, dan pestisida terkemuka di Indonesia. Kali ini BISI berhasil meraih penghargaan “Best of The Best Award 2015” dari majalah Forbes Indonesia sebagai salah satu perusahaan yang berhasil masuk dalam 50 perusahaan terbaik di Indonesia dengan nilai penjualan di atas Rp1 T.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Chief Editorial Advisor Forbes Indonesia Justin Doebele kepada Direktur Utama BISI Jemmy Eka Putra dalam acara “Best of The Best Awards and Gala Dinner” yang digelar di ballroom The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta (25/11/2015).

forbes01

Acara yang diawali dengan pandangan bertema “Global Megatrends and Implication for Leaders” oleh Managing Partner McKinsey & Company Asia Tenggara Oliver Tonby ini dihadiri 400 tamu undangan, termasuk di antaranya adalah 50 perusahaan yang masuk dalam daftar “Best of The Best Companies in Indonesia”.

Menurut Justin Doebele, penghargaan ini diberikan oleh Forbes kepada perusahaan-perusahaan yang terbukti mampu menunjukkan performa dan kinerja terbaik di tengah kondisi ekonomi global yang sedang fluktuatif. Perusahaan yang memenangkan penghargaan ini sebelumnya telah melalui seleksi ketat yang mencakup kinerja jangka panjang perusahaan, performa keuangan dan saham, pertumbuhan pendapatan, laba, dan tingkat imbal hasil bagi para pemegang saham.

BISI sendiri dengan lini bisnisnya di bidang produksi benih, pupuk, dan pestisida, selama tahun buku 2014 lalu berhasil membukukan penjualan senilai Rp1,16 T, atau meningkat 15,2% dibandingkan tahun 2013. Laba bersih perseroan tercatat juga naik 30,1% dari Rp127 miliar menjadi Rp165,3 miliar. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, perseroan juga membagikan dividen sebesar 38,12% dari laba bersih tahun 2014 atau setara Rp21 per lembar saham.

forbes02

Sebelumnya, di tahun 2009, BISI juga meraih penghargaan dari Forbes Media sebagai “Asia’s 200 Best Under a Billion” atau salah satu dari 200 perusahaan publik terbaik di Asia Pasifik dengan nilai pendapatan di bawah Rp1 triliun. Rangkaian prestasi tersebut menjadi momentum bagi perseroan yang didirikan oleh Charoen Pokphand Group ini untuk bisa semakin berkembang dan berperan dalam memajukan pertanian dan perekonomian Indonesia.

Kodim 0708 Purworejo Tanam Jagung BISI-18 di Perbukitan Menoreh

Sebagian upaya mempercepat ketahanan pangan, TNI Kodim 0708 Kabupaten Purworejo melakukan bedah lahan kosong di Perbukitan Menoreh Desa Sidorogo Kecamatan Kaligesing. Lahan nganggur milik desa itu ditanami jagung hibrida jenis Bisi 18.

“Kegiatan ini sekaligus memanfaatkan lahan kosong. Dengan jagung hibrida, tiga bulan kedepan sudah bisa dipanen,” kata  Danramil 03 Kaligesing Kapeten (Inf) Sutopo di sela-sela kegiatan tanam jagung bersama belompok tani (Kelomtan) desa setempat, Kamis (10/3).

Tanam perdana jagung bibrida ini dipimpin langung Kepala Staf Kodim (Kasdim) Purworejo Mayor (Inf) Restito. Diikuti Camat Kaligesing Budi Wibowo SSos dan warga desa setempat.

Menurut Sutopo, penanaman jagung perdana di lahan seluas 700 meter persegi di daerah dataran tinggi ini selain untuk ketahanan pangan, sekaligus untuk mengoptimalkan lahan. “Di wilayah Kaligesing ini, dari 20 desa yang ada masih banyak lahan kosong yang dapat ditanami,” katanya.

Menurut Restito, ketahanan pangan yang kini sedang digalakkan pemerintah tidak hanya sebatas pada tanaman padi. Namun juga jagung dan kedelai. “Untuk daerah yang tidak mendapat aliran irigasi secara teknis, tanaman jagung sangat memungkinkan untuk dikembangkan,” jelasnya.

Sumber : http://www.krjogja.com (10/03/2016)

Babinsa Bersama Petani Panen Jagung BISI-2

Sejak dirilis pada tahun 1995, hingga saat ini (2016) benih jagung hibrida BISI-2 tetap disukai oleh petani, terbukti dari angka penjualannya yang tetap tertinggi diantara semua varietas jagung hibrida di Indonesia. Artinya disini jelas, bahwa jagung varietas bisi dua mempunyai potensi yang sangat bagus baik sebagai sumber makanan pokok bagi masyarakat dan sumber ekonomi didaerah Muna dan kec.Kabawo pada khususnya.

Tidak ketinggalan Aparat Komando Kewilayahan yang telah mendapatkan kepercayaan pemerintah untuk membantu para petani di wilayahnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terlibat langsung dalam proses penanaman, perawatan, pemanenan dan sekaligus pemasarannya.

Serma Mappiratu Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1416-05/Kabawo Kodim 1416/Muna melaksanakan pendampingan panen jagung kuning  bisi dua (Upsus) kelompok tani Desa Komba-Komba, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna, panen jagung di atas lahan pertanian seluas 5 hektar, dengan hasil perkiraan  5 Ton/ha, (10/3).

Danramil 1416-05/Kabawo Kapten Inf Darius Talu Lembang mengatakan, panen jagung itu guna membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menunjang ketahanan pangan di wilayah, Kodim 1416/Muna.

Hasil panen jagung kali ini mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Diharapkan kegiatan seperti itu dapat menjadi sumber motivasi bagi petani dan masyarakat lainnya untuk lebih giat dan berpartisipasi dalam membantu pemerintah mensukseskan program ketahanan pangan nasional yang saat ini sedang digalakan,” kata Kapten Inf Darius TL.Ketua kelompok Tani, Sipa Mase-Mase, mengatakan kegiatan ketahanan pangan antara Kodim 1416/Muna dengan masyarakat setempat sungguh memberikan hasil positif di masyarakat yang umumnya berprofesi sebagai petani.

“Kami mengharapkan kerjasama masyarakat dan Kodim dalam bidang pertanian akan terus berlanjut dan menciptakan ketahanan pangan juga kemandirian bagi masyarakat Muna,” kata ketua kelompok tani.

Sumber : http://kodim1416.kodam-wirabuana.mil.id (11/03/2016)

Mantap, Koramil 09/Pamotan-Rembang Panen Jagung Hibrida BISI-18, 12,48 ton per hektar

Koramil 09/Pamotan Kodim 0720 Rembang bersama- sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) melakukan Giat panen raya tanaman jagung di lahan milik LMDH Wonosari Mulyo desa Pamotan. Kamis 10 Maret 2016.

Adapun jenis jagung yang ditanam yaitu Jagung Super Hibrida BISI-18 di lahan petak 21 s.d 26 KPH Mantingan seluas 367 Ha dan menghasilkan 12,48 ton/Ha.

pamotan

Hadir dalam kegiatan panen raya tersebut Kadistanhut Rembang, Asper KPH Mantingan, Muspika Pamotan, Mantri tani, PPL pamotan, Tomas, Pok tani desa pamotan dan sponsor dari PT.  BISI.

Dalam kesempatan tersebut Kadistanhut Rembang mengatakan harga jagung sudah mulai membaik dan cukup mahal, maka dari itu diharapkan para petani dapat meningkatkan produksi jagung dengan tujuan agar Pemerintah Indonesia tidak lagi mengimport jagung dari luar negeri dan harga jagung bisa stabil. Kondisi wilayah kecamatan Pamotan masih sangat potensial untuk mengembangkan program swasembada pangan khususnya jagung Hibrida BISI 18, kedepan mari kita perkenalkan kepada masyarakat jagung Hibrida BISI 18 juga bisa hidup dan berhasil kita tanam dengan hasil yang cukup baik di wilayah kecamatan Pamotan, ujarnya.

Sumber : http://kodam4.mil.id (11/03/2016)

Kapolsek juga Ikut Panen Jagung Hibrida Bisi 18

Kepala Kepolisian Sektor Pamotan Resor Rembang, Jawa Tengah, Ajun Komisaris Polisi Kisworo bersama jajaran Muspika, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, perangkat desa dan masyarakat menghadiri acara Panen Raya Jagung Hibrida Bisi 18 di lahan Perhutani Turut Tanah Desa Gambiran Kecamatan Pamotan, Kamis (10-03-2016), pukul 09.00 WIB.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sukariyo mengungkapkan bahwa panen jagung hibrida Bisi 18 ini merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang digalakan pemerintah daerah.

“Diharapkan dukungan ini mampu membantu pemerintah dalam menciptakan swasembada pangan di Kabupaten Rembang,” kata Sukariyo.

Program ketahanan pangan digalakan pemerintah tidak hanya tanaman padi saja, akan tetapi juga tanaman pangan yang lain seperti jagung dan kedelai. Untuk itu, Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) terus memberikan pendampingan kepada petani untuk menanam ketiga sumber makanan pokok tersebut.

Sumber : http://www.tribratanews.com (10/03/2016)

Bupati OKU Panen Jagung Super Hibrida BISI-18

Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs H Kuryana Aziz melakukan panen perdana jagung hibrida Bisi 18  di Desa Way Heling Kecamatan Lengkiti, OKU, Kamis (3/10). 

Panen raya perdana ditandai dengan pemetikan buah jagung di lahan milik Omiba bersama Komandan Kodim 0403 OKU Letkol Inf Feksi D Angi, Kapolres AKBP Dover C Lumban Gaol, Kajari Baturaja Sugeng Sumarno, disaksikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Syarif Hasan, Asisten 2, para kepala SKPD lain, para Camat dan Kades serta pejabat terkait.

Bupati H Kuryana Aziz dalam sambutannya menyambut positif upaya Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura setempat yang mengembangkan jagung hibrida varietas Bisi 18. 

Hal tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi jagung sekaligus  kesejahteraan petani di OKU dalam rangka mendukung upaya khusus (Upsus) swasembada jagung dan kedelai yang dicanangkan Pemerintah pusat. 

Dia mengharapkan agar budidaya  penanaman jagung ini terus dikembangkan di masa mendatang, dalam artian tidak hanya di wilayah Lengkiti saja.

“Meski OKU bukan daerah pertanian, namun kita harus optimis, sebab masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. Buktinya selain pengembangan jagung ini, kita juga sudah menyetak lahan persawahaan padi ratusan hektare di Kecamatan Peninjauan,” kata Kuryana. 

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura, Syarif Hasan mengatakan, hasil panen ini merupakan program bantuan dari anggaran APBN 2015 seluas 2000 hektare lahan untuk jagung, yang tersebar di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Lengkiti dan Sosoh Buay Rayap.

“Khusus di Desa Way Heling Lengkiti yang dilaksanakan panen raya ini bantuan yang dikucurkan seluas 200 hektare. Bantuan yang diberikan itu untuk pembibit jagung pupuk dan bantuan lainya,” katanya saat dibincangi wartawan di sela-sela lokasi panen raya.

Syarif menjelaskan, luas areal lahan tanam jagung di kedua kecamatan itu yakni, 2.974 Hektare. Yang diberi bantuan sebanyak 2000 hektare.

“Yang masyarakat nanam di lahannya sendiri seluas, 974 hektare. Hasil produksi jagung sekitar 16.029 ton. Tahun 2016 mendatang kita juga akan memberikan bantuan melalui APBN 2016 untuk 2000 hektare  lahan jagung di desa yang sama. Bantuan yang diberikan Jagung hibrida bisi 18. Jadi hasil jagung Hibrida yang kita panen sekarang hasil bantuan jagung 2015,” katanya.

Toko Masyarakat, Lengkiti Amlan  Efendi berharap kepada pemerintah untuk terus menggalakan bantuan itu. Terutama bantuan mesin perontok dan pupuk sehingga petani yang sudah terbantu ini menjadi lebih terbantu dan penghasilannya lebih baik.

Anggota DPRD OKU Yopi Sahrudin, mewakili Dapil 2, berharap komoditi jagung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah anjloknya harga komoditi perkebunan seperti karet saat ini. 

“Kami mewakili Dapil 2 mengucapkan terima kasih terkait program ini. Melalui lembaga DPRD, kami dukung dan support Pemda dalam rangka meningkatkan fasilitas pertanian, tidak hanya jagung tapi seluruh komoditi pertanian,” ujarnya. 

Ia juga berharap kegiatan ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat sehingga mendorong masyarakat desa lainnya untuk melakukan hal serupa.

Sumber : http://www.rmolsumsel.com (10/03/2016)

BISI-18, Membantu Peningkatan Luas Tanam Jagung di Tuban

Lahan tanam jagung di Tuban pada tahun ini bertambah. Tidak tanggung-tanggung, peningkatan lahan sawah dan ladang untuk tanaman jagung mencapai 90.000 hektare.

Dibanding sebelumnya, lahan tanam jagung mencapai 80.000 hektare. Upaya Pemerintah Kabupaten Tuban dalam mengukuhkan diri sebagai perodusen komoditas jagung momor satu di Jawa Timur tidak tanggung-tanggung. Terbukti bertambahnya lahan tanam jagung menjadi kurang lebih 90.000 hektare di tahun ini.

Mentan-Panen-Jagung-IMG1

“Baru satu kabupaten peningkatan lahan tanam jagung mencapai 10.000 hektare. Melihat semangat petani Tuban khususnya Kecamatan Grabagan menanam jagung, pemerintah akan memberi 24.000 benih jagung gratis,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat berkunjung ke kecamatan yang dikenal dengan Seribu Tower.

Sementara itu, selama tiga tahun ini benih jagung yang ditanam disuplai dari PT Bisi. Jagung yang dipanen saat ini merupakan jenis Jagung Super Hibrida BISI 18 dengan ciri memiliki batang pohon tegak.

“Produk jagung super hibrida BISI 18 ini dipilih lantaran sudah teruji dan memiliki kelebihan tahan terhadap penyakit bulai atau penyakit putih. Sedangkan tongkol seragam dengan umur relatif pendek yaitu 100 sampai105 hari bisa dipanen,” kata Market Development PT BISI, Endang Syachroni.

Menjadi salah satu komoditas unggulan Tuban, jagung BISI 18 masih menjadi primadona di tengah petani. Di dataran tinggi, seperti di Kecamatan Grabagan dan sekitarnya, saat ini sejauh mata memandang, akan dijumpai tanaman jagung BSI 18 dari yang masih nampak hijau segar hingga kuning kering yang sudah siap panen.

Sumber : http://bloktuban.com (07/03/2016)