Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Apa kata mereka tentang BISI-222 ?
23 February 2012 [ 69 views ]

Jagung Super Hibrida BISI-222 sudah beredar di masyarakat ditanam oleh banyak petani di Jawa Timur. Bagaimana pendapat mereka setelah menanam jagung super hibrida BISI-222? Beberapa petani dari daerah Nganjuk dan Kediri yang ditemui menuturkan.

Supriyono (54), Desa Kuwik, Kunjang, Kediri, Jawa Timur. “Pertumbuhannya bagus dan serempak, batangnya besar, dan hasilnya sangat memuaskan. Tongkolnya besar dan seragam. Dari lahan setengah hektar, saya bisa dapat 4,2 ton pipil kering. Padahal biasanya maksimal hanya bisa mendapat 3,5 ton pipilan kering. Jadi selisihnya lumayan banyak, sekitar tujuh kuintal. Pendapatan saya pun menjadi lebih banyak. Waktu itu jagung saya ditebas seharga Rp. 2,5 juta per 100 ru (± 1.400 m2) atau Rp. 8,9 juta per setengah hektar lahan. Setelah dipotong biaya sekitar Rp. 3,6 juta, keuntungan saya sudah lebih dari Rp. 5 juta.”

Tukiran (60), Desa Plosoharjo, Pace, Nganjuk, Jawa Timur. “Remen (senang), karena nggak ada yang terkena bulai. Kualitasnya bagus, tongkolnya bisa besar-besar. Warna bijinya mantap sekali, lebih merah, nyenengke (menyenangkan). Sebelum menanam sendiri, saya melihat BISI 222 milik petani lain yang sudah menanamnya, jagungnya memang nampak mantap dan bagus. Setelah saya tanam sendiri, ternyata hasilnya memang benar-benar mantap. Puas lah. Penjemurannya juga lebih singkat dibanding jagung lain, karena warnanya lebih merah. Jagung ini dijemur selama sepuluh hari di lahan sudah cukup, sedangkan jagung yang lain pengeringannya bisa sampai 14 hari, sepuluh hari di lahan dan empat hari di rumah.”

Martono (58), Desa Getas, Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur. “Batangnya bagus, buahnya (tongkolnya) juga menarik, bijinya bisa muput (penuh sampai ujung tongkol). Dibanding yang lain, kalau di lahan BISI 222 lebih racak (seragam). Apalagi setelah saya pocoki, semakin kelihatan racak tur sae (seragam dan bagus). Kalau yang lain nggak bisa seperti itu, ada yang besar, ada yang kecil. Tetangga saya sampai ada yang bilang, jagunge (BISI) 222 kok apik tenan, racak tur mencor-mencor nyenengake (jagungnya BISI 222 kok bagus sekali, seragam dan besar-besar menyenangkan). Kalau melihat keseragaman tongkolnya, bumi 100 (± 1.400 m2) niku pun mesti medal kalih ton (bumi 100 itu sudah pasti bisa keluar dua ton pipilan kering). Sing pasti kulo remen kalih BISI 222 niki (yang pasti saya suka dengan BISI 222 ini). Jagung ini juga cukup tahan bulai, karena jenis lain yang saya tanam bersamaan banyak yang terserang.”

Lasiran (64), Desa Wates, Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur. “Hasile malipat dibanding lintune (hasilnya berlipat dibanding lainnya), karena ontongane (tongkolnya) lebih besar dan janggelnya kecil, rendemennya juga tinggi. Kemarin saya tanam bumi 200 (± 2.800 m2) bisa dapat 24 kuintal, kalau yang lain biasanya hanya dapat 20 kuintal pipilan kering. Warna bijinya juga bagus, lebih merah. Dengan warna biji seperti itu pedagang juga lebih senang, biasanya disendirikan, karena dinilai lebih bagus. Batangnya niku juga kuat, tidak mudah roboh, setelah panen bisa langsung digunakan untuk lanjaran (ajir) tanaman kacang panjang. Daunnya juga awet hijau, meskipun sudah dipanen. Jadi bisa untuk pakan ternak. Kalau jagung yang lain sudah banyak yang nglaras (kering). BISI 222 memang menang tenan (benar-benar menang).”

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856