Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
2015, benih tebu dan jagung transgenik siap dikomersialkan
12 February 2015 [ 48 views ]

Paling awal 2015 mendatang, Indonesia siap mengkomersialisasikan benih tebu dan jagung transgenik. Kehadirannya, diharapkan menjadi opsi petani untuk mengoptimalkan produksinya.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring mengatakan, kedua benih transgenik itu masih harus melewati berbagai rangkaian pengujian baik laboratorium maupun lapangan terbatas.Tanpa hal itu, benih transgenik belum dapat lolos uji pakan dari Komite Keamanan dan Keanekaragaman Hayati.

Benih tebu hasil biotek tersebut dinilai  toleran terhadap kekeringan. Penelitian benih gula PRG tersebut digagas bersama, PTPN  XI, Universitas Jember dan PT Miwon.

Hasil riset awal menunjukkan, penggunaan benih tebu bernama NXI 4T ini mampu menghemat penggunaan air hingga 30%. Apabila menggunakan benih gula konvensional, petani harus menyiram air sebanyak tiga kali sehari.Namun, dengan benih biotek,dalam satu hari cukup menyiram sekali.

Sementara, benih jagung transgenik ada dua varietas yakni  toleran terhadap serangan hama dan gulma serta tahan herbisida. Kedua benih transgenik ini sudah lolos baik dari sisi keamanan pangan maupun lingkungan hidup. “Tanpa lolos uji pakan, benih gula dan jagung belum dapat dikomersialkan,” terang Hasil di Jakarta, Rabu (11/2/2015).

Anggota Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika Bambang Purwantara mengatakan, kehadiran benih transgenik menjadi opsi bagi petani untuk mendapatkan hasil panen yang optimal sekaligus menekan biaya produksi berkenaan obat pembasmi hama.Menurutnya,benih jagung yang beredar di pasar tidak cukup tahan terhadap serangan gulma dan penyakit.

Bambang meyakini, pemerintahan Kabinet Kerja dapat merespon kebutuhan petani dengan tantangan  lingkungan eksternal yang semakin besar.Hal itu sejalan ditekennya Keputusan Presiden berkenaan fungsi Komisi Keanekaragaman Hayati yang sempat lowong hampir dua tahun pada transisi kepemimpinan nasional.

“Jadi saya pikir,hanya soal waktu saja (legalitas komersialisasi benih transgenik red),” ujarnya berseloroh.

Hasil kembali menjelaskan,Kementan mendukung upaya pengembangan produk biotek di Tanah Air. Hal itu ditunjukkan dengan Permentan No 61 Tahun 2011 tentang Pelepasan Varietas Tanaman. Namun, aspek ketelitian dan kehati-hatian menjadi prinisip yang tidak dapat ditawar.

Sumber : http://kabarbisnis.com (11/02/2015)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856