Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
2011, Impor Jagung Lebih Besar
12 December 2011 [ 85 views ]

Sumber : www.surabayapost.co.id

Panen nasional 17,23 ton kebutuhan 22 juta ton, 70 persen jagung impor disuplai Argentina

JAKARTA – Panen raya jagung tahun ini sudah usai. Hasil panen yang lebih rendah dari tahun lalu, menjadikan impor jagung sebagai pilihan. Jagung impor akan membanjiri Indonesia, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak. Diperkirakan impor jagung tahun ini akan lebih besar ketimbang tahun lalu.

Mengacu pada angka ramalan (Aram) III Badan Pusat Statistik (BPS), panen jagung tahun 2011 hanya 17,23 juta ton. Jumlah itu lebih sedikit ketimbang produksi tahun 2010 sebesar 18,33 juta ton. Sementara kebutuhan jagung dalam negeri tahun ini mencapai 22 juta ton.

Maxdeyul Sola, Sekretaris Jenderal Dewan Jagung Nasional (DJN), mengakui jika Indonesia masih tergantung pada jagung impor pada tahun ini. Tapi ia masih berharap, meskipun panen raya sudah berakhir, ada daerah lain yang masih menghasilkan jagung. Menurut Sola, panen tambahan itu akan meningkatkan produksi jagung menjadi sekitar 18 juta-19 juta ton.

Tetapi, karena kebutuhan jagung dalam negeri tahun ini mencapai 22 juta ton, mau tidak mau, produsen pakan ternak harus menambah pasokan dari impor. Realisasi impor jagung hingga Oktober 2011 sudah mencapai 2,9 juta ton. “Impor jagung tahun ini pasti lebih besar dari tahun lalu,” kata Sola, akhir pekan lalu.

Impor jagung sendiri sebenarnya sebenarnya cenderung menurun dalam beberapa bulan terakhir. Oktober 2011, volume impor jagung hanya sekitar 134.360 ton, terendah sejak Juni. Volume impor jagung di bulan September 175.620 ton, lalu di bulan Agustus 181.523 ton, Juli 409.768 ton, dan di bulan Juni lalu 554.920 ton.

Sebagian besar jagung impor tersebut berasal dari Argentina. Negara itu berkontribusi sekitar 70% terhadap total volume impor per bulan. Kemudian disusul India, yang berkontribusi sekitar 10%. Impor pada bulan Oktober menurun karena, pada bulan tersebut sedang berlangsung panen raya. Namun, kini panen raya sudah berakhir.

Kini impor jagung mulai mengalir. Seperti yang terpantau oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), jagung impor sudah masuk melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 5.400 ton pada awal Desember ini. Jagung tersebut berasal dari India.

Analisis Bappebti, aktivitas impor tersebut akan terus meningkat hingga akhir tahun ini. Tren impor jagung itu semakin terdorong melemahnya harga komoditas itu di pasar internasional. Berdasarkan data Bloomberg, harga jagung di Chicago Board of Trade (CBOT) untuk pengiriman Desember 2011 pada Jumat (9/12) lalu Rp 52.650 per gantang, turun 11,35% dari awal November yang mencapai Rp 59.400 per gantang.

Seperti diketahui, industri pakan ternak menyedot kebutuhan jagung sebanyak 5,5 juta ton pada tahun ini. Dari jumlah itu, sebanyak 3 juta ton bersumber dari jagung impor, sedang sisanya dipenuhi dari jagung produk lokal.

Hanya saja, penurunan harga jagung di pasar internasional itu tampaknya tidak akan berpengaruh banyak pada harga pakan ternak. “Harga pakan ternak tetap di kisaran Rp 5.000 per kilogram, stabil dalam tiga bulan terakhir,” kata Sudirman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT).

Soalnya, setiap perusahaan sudah memiliki stok yang berasal dari jagung dengan harga yang lebih mahal. Apalagi, harga jagung di dalam negeri malah naik.

Dewan Jagung Nasional mencatat, harga jagung di tingkat petani pada awal Desember ini sekitar Rp 2.400 per kg, naik 9% dibandingkan November lalu Rp 2.200 per kg. Sementara di tingkat pabrik naik dari Rp 2.800 menjadi Rp 3.000 per kg.

Faktor lain yang mempengaruhi harga pakan ternak adalah bahan-bahan campuran lain yang justru makin mahal. “Meskipun harga bahan baku utama turun, tapi kalau bahan baku pendukungnya semakin mahal, harga pakan ternak tidak bakal turun,” kata Sola. kto

Impor Jagung  tahun 2011

Bulan                Jumlah

Juni                   554.920 ton

Juli                    409.768 ton

Agustus            181.523 ton

September        175.620 ton

Oktober            134.360 ton

Sumber : BPS

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856